

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pekan Gawai Dayak (PGD) IV Kabupaten Kapuas Hulu di Putussibau, Sabtu (25/7/2026). Penutupan tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan budaya yang telah berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Fransiskus Diaan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh rangkaian Pekan Gawai Dayak IV dapat terlaksana dengan lancar dan penuh sukacita. Menurutnya, Pekan Gawai Dayak bukan sekadar perayaan panen raya, tetapi juga menjadi panggung kebanggaan untuk menampilkan kekayaan adat, tradisi, dan budaya Dayak yang diwariskan oleh para leluhur.

Bupati mengatakan, selama pelaksanaan kegiatan masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan seni, perlombaan budaya, hingga bazar UMKM yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bukti bahwa budaya Dayak di Kabupaten Kapuas Hulu akan terus hidup dan berkembang.
“Saya juga merasa sangat senang dan bangga ketika melihat antusiasme dan keaktifan para generasi muda yang ikut serta dalam setiap perlombaan sehingga memberikan kita optimisme bahwa adat, budaya, dan tradisi Dayak di Kapuas Hulu tidak akan pernah punah, melainkan akan terus lestari dan bercahaya,” ungkapnya.
Bupati berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya Dayak. Menurutnya, orang tua juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan mewariskan nilai-nilai adat kepada anak-anak agar budaya Dayak tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Fransiskus Diaan juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, serta semangat kebersamaan yang telah terbangun selama pelaksanaan Pekan Gawai Dayak. Ia menegaskan bahwa Kapuas Hulu merupakan rumah bersama sehingga toleransi dan persatuan harus terus dipelihara demi mendukung pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, aparat keamanan, tenaga kesehatan, sponsor, media partner, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja sama dan berkontribusi menyukseskan Pekan Gawai Dayak IV Kabupaten Kapuas Hulu. Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat beberapa kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan di masa mendatang.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat agar semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya tidak berhenti meskipun Pekan Gawai Dayak telah usai.
“Gawai boleh berakhir, namun semangat kebersamaan dan kecintaan kita terhadap budaya harus terus kita lestarikan. Saya berharap seluruh nilai luhur, pengalaman, serta wawasan yang kita dapatkan selama kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan daerah dan pelestarian budaya kita ke depan,” tutupnya sebelum secara resmi menutup Pekan Gawai Dayak IV Kabupaten Kapuas Hulu.
