Wakil Bupati Kapuas Hulu Jadi Panelis di Trilateral Meeting ke 11 Heart of Borneo (HoB)


Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, SH menghadiri pertemuan Trilateral Meeting ke 11 Heart of Borneo (HoB) di Aula Unviersitas Borneo Tarakan, Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa 10 Oktober 2017. Wakil Bupati Kapuas Hulu menjadi panelis dalam expert dialogue pada kegiatan tersebut. Dalam menyampaikan dialognya, Wakil Bupati Kapuas Hulu memaparkan, total luas wilayah Heart of Borneo (HoB) Indonesia adalah 16,8 juta Hektare. Dari 17 Kabupaten di Kalimantan yang masuk kedalam wilayah Heart of Borneo (HoB), Kabupaten Kapuas Hulu adalah terluas ke 2 setelah Kabupaten Malinau. "Secara keseluruhan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu adalah bagian dari Heart of Borneo (HoB)," ucap Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Setelah 10 tahun inisiatif Heart of Borneo (HoB), Wakil Bupati Kapuas Hulu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama para pihak telah mendorong dan menghasilkan berbagi keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Diantaranya Tahun 2011 Taman Nasional Danau Sentarum dan sekitarnya ditetapkan sebagai kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Kemudian, pengesahan Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kapuas Hulu Tahun 2017-2034 yang mana menetapkan 56% wilayah Kabupaten Kapuas Hulu jadi kawasan lindung. Lalu Penerbitan Peraturan Daerah Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 20 Tahun 2015 tentang penetapan Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi. Selanjutnya, kerjasama dengan lembanga Internasional dalam aspek pelestarian ragam hayati serta pemberdayaan masyarakat dan nominasi Kapuas Hulu sebagai cagar biosfer, serta peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau. "Selain itu ada juga pembangunan jalan strategis Nasional perbatasan yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Timur," ujar Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Penetapan Kapuas Hulu sebagai Kabupaten konsevasi bertujuan untuk melindungi, memanfaatkan serta memperkaya Sumber Daya Alam secara teratur dan berkelanjutan. "Serta meningkatkan nilai sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya masyarakat sebagai upaya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan mutu kehidupan," papar Wakil Bupati Kapuas Hulu. Beberapa inisiatif Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terkait program kerja Heart of Borneo (HoB) adalah mempromosikan wisata melalui temu jaringan ekowisata Internasional. Melakukan Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) Tahun 2013,2014 dan 2017. "Untuk tahun ini acara puncak FDSBK (Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun) dilaksanakan padaTanggal 25-28 Oktober 2017," tutur Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Kemudian membentuk tim Desk Resolusi Konflik untuk mengatasi konflik tenurial (penguasaan) dan Sumber Daya Alam. "Termasuk kerjasama dengan Pemerintah Serawak-Malaysia untuk connecting transportasi umum dari Kucing-Serawak ke Putussibau," timpal Wakil Bupati Kapuas Hulu. Dengan adanya Heart of Borneo (HoB), Wakil Bupati Kapuas Hulu berharap, 10 tahun kedepan ada perhatian khusus dari Pemerintah Pusat, baik dari sisi dukungan financial untuk pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur jalan. "Perhatian pembangunan tersebut sangat diharapkan karena Kapuas Hulu merupakan Kabupaten tertinggal," tutup Wakil Bupati Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)

Share Post: