
Realisasi program nasional cetak sawah, kerjasama Kementerian Pertanian dengan TNI diwilayah Kodim 1206/Putussibau sudah terealisasi seluas 838 hektare. Jumlah itu sudah mencapai 52 persen dari target cetak lahan seluas 1600 hektare.
Selasa (7/6/2016) Komandan Kodim (Dandim) 1206/Psb Letkol. Kav. Budiman Ciptadi mengungkapkan, realisasi pembukaan lahan untuk cetak sawah itu belum berjalan maksimal dikarenakan terkendala dengan musim. Seperti ada lokasi yang terendam dan sulit dilakukan pembersihan lahan. “Bahkan kemarin sempat ada alat yang tenggelam,”.
Pekerjaan yang sudah dimulai bulan Februari 2016 itu ditargetkan selesai 30 Juni mendatang. Namun Dandim tidak yakin jika proses pengerjaannya sesuai jadwal yang telah ditentukan, mengingat banyaknya kendala dilapangan. “Maka sekarang tika terus genjot, upayakan semaksimal mungkin. Seperti daerah yang kerja 24 jam, di Sibau Hilir, Kecamatan Putussibau Utara, Urang Unsa, Suka Maju dan Seluan,”.
Solusi bagi daerah yang terkendala untuk dibuka yakni dilakukan relokasi lahan. Cetak swah di Kapuas Hulu menyasar 10 kecamatan, daalam 10 kecamatan sedikitnya ada 44 titik yang sedang dibuka. Setelah lahan dibuka, lanjut Komandan Kodim (Dandim) 1206/Psb, selanjutnya diserahkan ke kelompok tani masing-masing. “Lahan yang sudah dibuka itu langsung dilakukan penanaman. Lahan tersebut akan dikelola berkelanjutan,”.
Dijelaskan Komandan Kodim (Dandim) 1206/Psb, program cetak sawah itu tidak mesti untuk tanaman pangan padi, namun bisa digunakan untuk menanam kedelai dan jagung. Di Nanga Suruk, Kecamatan Mentebah sambung Dandmin lahan seluas 10 hektare sudah mulai ditanam padi. “Kemudian di Urang Unsa minta jagung,” tuturnya. Komandan Kodim (Dandim) 1206/Psb mengaskan TNI komitmen membantu pemerintah untuk menciptakan swasembada pangan di daerah. TNI memiliki dua tugas, yakni Operasi Militer untuk perang dan Operasi Militer Selain Perang (OMS) “Nah kegiatan cetak swah OMS, ada dalam UU No. 34 Tahun 2004 Tentang TNI. Yakni membantu daerah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kegiatan cetak sawah ini sudah di MoU-kan antara Kementerian Pertahanan dan TNI. Karena berdasarkan Opsus tahun lalu, surplus beras tercapai dengan pendampingan oleh TNI. Sekarang kita dipercayakan mengelola cetak sawah,”. (Yohanes/Dishubkominfo Kab. KH)