Yonif Para Rider 502/Ujwala Yudha Amankan Warga Negara Asing (WNA) Bawa Peluru Bowmen


Satgas Pamtas Republik Indonesia-Malaysia, Yonif Para Rider 502/Ujwala Yudha berhasil mengamankan dua Warga Negara Asing (WNA) yang membawa 30 butir peluru merek Mega Buckshot 00B buatan Malaysia. Peluru tersebut adalah amunisi senjata api jenis bowmen atau short gun.

Kedua WNA itu sendiri di amankan oleh Kapten Chk Yudit M.H bersama Sertu Septiawan Lutfi. H, Personil Yonif Para Rider 502/UY yang melakukan patroli rutin di jalur tikus di Sepanda, Kecamatan Badau, Minggu 16 April 2017 Pukul 07.13 WIB.

Kedua WNA asal Malaysia yang di amankan adalah Winnie Rami (18 Tahun) dan ayahnya Ambun (43 Tahun). Mereka di tangkap karena mencoba menyeludupi 30 butir peluru Short Gun kaliber 12 mm, jenis penabur merk Mega Buckshot 00B asal Negara Malaysia. Selain berupaya menyeludupkan peluru senjata api, keduanya juga di duga kuat tak mengantongi dokumen lengkap terkait keimigrasian karena masuk secara ilegal.

Danyon 502/ Ujwala Yudha Para Raider, Letkol Inf Febi Triandoko, Minggu 16 April 2017 malam membenarkan anggotanya menangkap kedua WNA Malaysia tersebut. Kronologisnya, ketika Anggota Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia Yonif Para Raider 502/UY, Kapten Chk Yudit M.H dan Sertu Septiawan Lutfi H sedang melaksanakan sweeping (razia) di ruas jalan tikus Sepadan Desa Badau.

Keduanya menggunakan jasa tukang ojek yakni Benyamen Taneo yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah hitam KB 3632 FD. Keduanya (Ambun dan anaknya Winnie) merupakan warga Negara Malaysia. Saat penggeledahan pukul 07.30 Wib anggota menemukan 30 butir peluru short gun kaliber 12 mm jenis penabur merk Mega Buckshot 00B asal Malaysia, di dalam tas pelaku.

Setelah di periksa, tukang ojek dan kedua warga Negara Malaysia itu langsung di amankan ke Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif Para Raider 502/UY, untuk di laksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

“Mereka sudah kami amankan dan akan di serahkan kepada pihak yang berwenang” terang Febi Triandoko. Atas penangkapan WNA Malaysia yang menyeludupkan perlu senajata api melalui jalan tikus, di apresiasi banyak pihak.

Selain mengapresiasi kinerja jajaran TNI dalam hal ini  Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia Yonif Para Raider 502/UY. Desakan penutupan puluhan jalan tikus di kawasan perbatasan Negara semakin menguat.

“Sudah waktunya jalan tikus di kawasan perbatas di tutup semua. Ini sangat berbahaya bagi Negera Indonesia. Tidak hanya senjati api, tetapi juga narkoba masuk melalui jalan tikus” tutur Mohd. Syafii.

Praktisi (Pelaksana) hukum Kabupaten Kapuas Hulu ini mengatakan, dirinya mendukung pihak Imigrasi Kabupaten Kapuas Hulu yang meminta dan medesak agar jalan tikus di kawasan perbatasan di tutup. “Saya sudah berulang kali membaca berita kalau Kepala Imigrasi Kabupaten Kapuas Hulu, Ade Rahmad meminta agar jalan tikus di kawasan perbatasan segera di tutup. Mestinya dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten cepat merespon” tuturnya.

Share Post:

BERITA POPULER