Betang Rukun Tetangga (RT) 1 Dusun Panggilingan, Desa Sayut, Kecamatan Putussibau Selatan terancam ambruk akibat abrasi sungai Kapuas. Fondasi bangunan Betang tersebut tinggal 1 meter saja dari bibir sungai Kapuas. Warga setempat mengharapkan bantuan Pemerintah agar direlokasi.
Kepala Desa Sayut, M. Kalomba, mengatakan, abrasi di sekitar Betang RT 1 cukup lama. Pihaknya pun telah mengusulkan relokasi Betang tersebut untuk di prioritaskan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desanya.
"Kami sudah ajukan setiap Tahun di Musrenbang. Ini jadi prioritas utama Desa Sayut dan kami mohon perhatian Pemerintah" harap M. Kalomba.
Kepala Dusun Panggilingan Sawing mengungkapkan juga, bahwa warga Panggilingan minta tolong agar bisa segera di relokasi. Sebab jika di lihat saat ini memang kondisinya sudah harus dipindahkan.
Warga di Betang Panggilingan ada sekitar 65 Kepala Keluarga (KK) sekarang ini, sementara bilik Betang ada 32. Ada sekitar 4 KK dalam satu bilik. Sawing dan warga yang tinggal di betang tersebut sangat khawatir terkena abrasi, sehingga Betang ambruk ke sungai Kapuas.
Jika air sungai Kapuas kembali pasang, akan lebih mengikis tanah yang sudah hampir mengenai fondasi bangunan Betang. Di perkirakan sekitar 2 kali lagi tumpuan pasang sungai Kapuas, abrasi sudah kena ke Betang.
Masyarakat sudah menyiapkan lokasi untuk membangun baru Rumah Betang RT 1 Sayut. Masyarakat mengharapkan Pemerintah dapat membantu pengusuran dan pembangunan Betang mereka. Tanah tersebut sudah di beli masyarakat dan di hibahkan. Masyarakat patungan pertama Rp 80 jt dan ada Rp 36 juta dari Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah.
Betang RT 1 Sayut sudah berdiri sejak Tahun 1970an. Betang tersebut mengalami musibah kebakaran sebanyak 3 kali, terakhir pada Tahun 1982. Betang tersebut kembali di bangun di Tahun 1983 dan bertahan sampai saat ini dan kembali di ancam bencana alam, abrasi sungai Kapuas.