
Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero, SH kembali mepresentasikan keberhasilan pelaksanaan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Riam Tapang, Kecamatan Silat Hulu, di tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Presentasi Desa Riam Tapang itu di sampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kebijaksanaan Program Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017 di Ruang Praja II, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu 03 Mei 2017.
Sebagai narasumber, Antonius L. Ain Pamero menjelaskan, pembentukan Kampung KB sudah di atur dalam program Presiden Republik Indonesia, yang di teruskan ke Gubernur kemudian di laksanakan oleh Kabupaten. Pada implementasinya, Desa Riam Tapang di Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu di pilih untuk menjadi obyek kampung KB.
“Pembinaan di Riam Tapang jadi kampung KB banyak menemukan kendala, karena letaknya jauh, medannya juga cukup sulit” papar Antonius L. Ain Pamero.
Dalam presentasinya Antonius L. Ain Pamero juga menampilkan video kondisi Kampung Riam Tapang sejak awal pembinaan hingga berhasil menjadi juara tingkat Nasional. Ia menegaskan, keberhasilan pada Desa Riam Tapang ada hasil kerja sama antar instansi Pemerintahan dan pihak-pihak terkait. Desa Riam Tapang menjadi kampung KB pada 21 April 2016 lalu.
“Riam Tapang adalah Desa yang sangat terisolir dan tertinggal dulunya, kemudian menjadi lebih baik dengan program kampung KB” ungkap Antonius L. Ain Pamero.
Keberhasilan Kampung KB di Desa Riam Tapang sangat nyata, seperti pembangunan infratsruktur jalan baru rute darat oleh Dinas Pekerjaan Umum, perkarangan sudah di manfaatkan masyarakat, lingkungan asri, ikan dalam 23 buah kolam sudah bisa di panen, Postu sudah ada berikut petugas kesehatannya, terlayani 28 pasangan usia subur peserta KB MKJP (Metode KB Jangka Panjang), tersedianya profile Desa dan data Desa KB, rumah tidak layak huni sudah di rehab sebanyak 22 buah.
“Dan banyak lagi kemajuan dan perubahan yang terjadi di Desa Riam Tapang” papar Antonius L. Ain Pamero seraya menegaskan Motto-nya Berkarya Terus.
Antonius L. Ain Pamero juga menyebutkan, semua instansi terkait dalam pembinaan Kampung KB itu tergabung dalam District Working Group (DWG). DWG juga di bantu oleh yayasan Cipta Cara Padu Indonesia. Kegiatan DWG juga di sesuaikan dengan Work Plan yang telah di susun oleh Desa tersebut.
“Pembentukan Kampung KB juga di terbitkan Surat Keluar (SK) oleh Bupati Kabupaten Kapuas Hulu tentang penentuan Kampung KB. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu Bapak Ir. H. Muhammad Sukri sebagai Ketua DWG Kabupaten Kapuas Hulu” tutur Antonius L. Ain Pamero.
Sekarang ada evaluasi program kegiatan di lakukan dua minggu sekali, dengan melibatkan lintas instansi terkait selaku mitra kerja pembinaan Kampung KB Kabupaten Kapuas Hulu. KB adalah menjadi aspek yang harus di perhatikan bersama.
“Zaman dulu satu keluarga bisa memiliki lebih dari lima anak, tentu mempengaruhi tingkat kesejahteraan karena tanggungan juga besar. Sebab itu program KB sangat penting dalam rangka peningkatan kesejahteraan keluarga” ungkap Antonius L. Ain Pamero.