Masyarakat kawasan pesisir sungai Kapuas di Kabupaten Kapuas Hulu masih mengandalkan transportasi sungai. Terutama masyarakat di Kecamatan Suhaid, Semitau, Selimbau, Bunut Hilir, Embaloh Hilir dan Bika. Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir, SH mengatakan, transportasi sungai tersebut memang masih menjadi andalan dan sampai seterusnya akan tetap bertahan. Menurutnya, transportasi sungai sudah menjadi identitas tersendiri bagi masyarakat pesisir, sebab pencarian utamanya Nelayan. Khusus bagi penyedia jasa transportasi umum sungai, Bupati Kapuas Hulu menegaskan agar memperhatikan keselamatan penumpang. “Keselamatan penumpang dan motoris harus dijaga dan diutamakan,” ungkap Bupati Kapuas Hulu, kepada para motoris speed di dermaga apung Putussibau, belum lama ini.
Bupati Kapuas Hulu mengatakan, bahwa namanya musibah tidak bisa dihindari, akan tetapi musibah itu harus diantisipasi. Setidaknya transportasi sungai mesti ada asuransi Jasa Raharja. “Sehingga korban bisa mendapatkan asuransi, paling tidak untuk penggantian pada pihak korban jika terjadi hal yang tidak kita inginkan,”. Tarif angkutan sungai juga harus diberlakukan sesuai aturan. Tata cara operasional angkutan juga harus diperhatikan. "Baik fisik speed boat dan motoris harus diperhatikan. Jangan pula karena banyak penumpang, motoris jadi bertengger di samping speed boat, " tutup Bupati Kapuas Hulu.
Kapolres Kapuas Hulu, AKBP. Imam Riyadi juga mengingatkan agar penyedia jasa transportasi sungai harus menyediakan alat keselamatan berupa pelampung umum dan rompi pelampung. Sehingga ketika terjadi karam para korban masih bisa menyelamatkan diri. “Tentunya dalam penggunaan jasa perairan harus ada safety seperti pelampung rompi. Ini meminimalisir kecelakaan yang terjadi agar masyarakat aman dalam berlalu lintas di perairan,” singkat Kapolres Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)