
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu menerapakan program Madu Bulin (Masyarakat Peduli Ibu Hamil dan Ibu Bersalin). Program ini untuk menekan angka kematian ibu. Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga pada Dinkes Kapuas Hulu, Rozana Hayati mengatakan, trend/pembahasan angka kasus kematian ibu di Kapuas Hulu beberapa tahun lalu cukup meningkat. Tahun 2015 misalnya, data kasus kematian ibu hamil, bersalin dan nifas sebanyak 14 kasus, atau bila dikonversikan menjadi 331/100.000 kelahiran hidup. Hal ini perlu program khusus sehingga Dinkes membuat inovasi, yaitu program madu bulin. “Angka kematian terbanyak dalam 10 tahun terakhir membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas Hulu harus bekerja keras untuk membuat program trobosan yang mampu menekan angka kematian ibu tersebut,” kata Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinkes Kapuas Hulu, Selasa 17 April 2018.
Penerapan Madu Bulin akan melibatkan masyarakat dan mengoptimalkan layanan kesehatan yang ada, baik dari tingkat Desa sampai ke tingkat Kabupaten. “Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) memang sudah dibentuk, namun belum optimal, itu menjadi masalah, setelah dilakukan analisa ternyata masyarakat belum begitu paham dengan program Pemerintah yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan RI pada Tahun 2008 lalu,”. Untuk mengatasi masalah tersebut, Puskesmas melakukan kembali pemantapan dan pendampingan P4K, walaupun hasilnya belum semua Desa melaksanakan P4K secara optimal, namun sudah terlihat banyak perubahan. Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinkes Kapuas Hulu mencontohkan, beberapa Desa sudah terbentuk kelompok pendonor darah yang siap untuk berpartisipasi ketika diperlukan. “Masyarakat juga aktif untuk membantu penyediaan darah, ketika diperlukan darah untuk ibu, tim rujukan tinggal menghubungi narahubungnya saja,” terang Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinkes Kapuas Hulu.
Selain itu, beberapa Desa juga sudah menganggarkan Ambulan Desa melalui Dana Desa untuk memobilisasi ibu hamil ke fasilitas kesehatan. “Bahkan di daerah yang hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua, masyarakat berperan dengan menandu ibu hamil yang akan dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) di ibu kota Kabupaten,”. Secara rinci Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinkes Kapuas Hulu menjelaskan, penyebab kematian ibu karena terlambat mendapat penanganan di tempat rujukan. Untuk meminimalisir keterlambatan ini, Dinas Kesehatan Kapuas Hulu telah membentuk tim untuk membantu mengoptimalkan proses rujukan. “Tim rujukan ini dinamakan Tim Rujukan Kasus Kebidanan, tim yang dibentuk melalui SK Bupati Kapuas Hulu dan beranggotakan staf Dinkes Kapuas Hulu, Bidan dan lintas sektoral terkait,”. Adapun tugas dan fungsi tim rujukan antara lain, memfasilitasi Puskesmas atau bidan perujuk dengan pihak Rumah Sakit rujukan, salah satunya memastikan kesiapan UGD dan VK dalam menerima pasien rujukan. “Kemudian menjadi penghubung antara Puskesmas dan dokter spesialis kandungan, selanjutnya membantu dalam penyelesaian masalah administrasi, salah satunya membantu menginformasikan ke pihak Desa bila ada surat menyurat yang belum lengkap,” terang Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinkes Kapuas Hulu.
Disamping membantu ibu hamil atau ibu nifas, ada yang tinggal di rumah menunggu kelahiran serta menghubungi kelompok pendonor bila ibu memerlukan darah. Dikatakan Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinkes Kapuas Hulu, program tersebut ternyata membuahkan hasil yang cukup memuaskan, karena angka kasus kematian ibu turun signifikan, dari 14 kasus di Tahun 2015, menjadi 5 kasus pada Tahun 2016 dan 2 kasus di Tahun 2017. “Semoga kedepannya upaya Dinkes Kapuas Hulu dalam menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi bisa semakin menunjukan hasil yang lebih baik,” pungkas Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinkes Kapuas Hulu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, dr. Harrison, M.Kes menegaskan, Dinas Kesehatan Kapuas Hulu sangat konsen terhadap penurunan Angka Kematian Ibu. Dari Kementerian Kesehatan sendiri sudah memiliki sistem dan program yang bagus, tinggal bagaimana caranya daerah mengoptimalkan atau melaksanakan program kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh. “Bila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif pasti akan membuahkan hasil yang baik,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu.