Sarai Brunyau Pilihan Wisata Libur Lebaran


Sarai Brunyau di Desa Riam Piyang, Kecamatan Bunut Hulu saat ini tengah menjadi primadona. Banyak warga memilih lokasi wisata tersebut untuk berefreshing memanfaatkan libur Idul Fitri 1439 Hijriah. Sepekan terakhir lokasi Sarai Brunyau terus dikunjungi warga, bahkan dalam satu hari bisa mencapai seratusan wisatawan.

 

Warga Kecamatan Putussibau Utara, Imah mengatakan, dirinya sempat menghabiskan akhir pekan di lokasi Sarai Brunyau. Menurutnya lokasi wisata tersebut sangat menarik. Untuk mencapai lokasi Sarai Brunyau butuh waktu sektiar 2 hingga 3 jam perjalanan darat dari kota Putussibau. "Hari Sabtu lalu kami berangkat, dari Putussibau kami berangkatnya pagi-pagi pakai motor sekitar Pukul 07.00 Wib, sampai ke lokasi wisata di Desa Riam Piyang, Kecamtan Bunut Hulu, Pukul 10.00 Wib," papar Warga Kecamatan Putussibau Utara, Imah, Selasa 19 Juni 2018.

 

Akses darat menuju lokasi lancar tampa hambatan. Jika menggunakan roda dua bisa langsung masuk ke lokasi wisata. Apabila menggunakan kendaraan roda empat hanya bisa sampai ke lokasi parkir mobil. "Kalau pakai mobil mau masuk ke lokasi wisata maka harus jalan kaki lagi sekitar lima menit,". Setiap wisatawan yang masuk kelokasi wisata tersebut harus membayar income ke Desa senilai Rp 20.000 per orang. Income tersebut mencakup juga biaya pengamanan kendaraan di lokasi parkir. "Pada lokasi tersebut juga ada hiburan karoke, ada berbagai jenis kuliner yang dijual warga, ada jalan kayu sebagai tempat berfoto dan yang paling penting bisa mandi air terjun bertingkatnya. Ini yang jadi alasan saya bawah keluarga ke lokasi Sarai Brunyau," ungkap Warga Kecamatan Putussibau Utara, Imah.

 

Camat Bunut Hulu, Asmiardi, SH menuturkan, Sarai Brunyau memang menjadi produk unggulan Desa Riam Piyang. Lokasi wisata tersebut sudah dikelola dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat setempat dan pihak Desa. "Aparatur Desanya sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa untuk mengelola objek wisata itu,". Sebab itu, pengelolaan objek wisata Sarai Brunyau sudah lebih baik. Berbagai akses dan fasilitas di lokasi tersebut juga terus dibangun. "Dulu ke lokasi tersebut harus pakai perahu, tapi sekarang sudah ada jalan dan bisa langsung sampai ke lokasi," papar Camat Bunut Hulu, saat ditemui di gedung DPRD Kapuas Hulu belum lama ini.

 

Camat Bunut Hulu mengatakan, pihaknya terus mengingatkan kepada pihak Desa yang ada di Kecamatan Bunut Hulu untuk mencoba menggali potensi pada Desa masing-masing. Seperti Desa Riam Piyang sudah mengembangkan potensi wisatanya. "Kita terus arahkan pemanfaatan ADD dan DD pada Desa itu, agar digunakan untuk sektor usaha. Sehingga Dana Desa yang besar itu betul-betul membawa manfaat yang berkelanjutan bagi masayarakat," tutup Camat Bunut Hulu.

Share Post:

BERITA POPULER