
Puluhan rumah warga RT 03, Dusun Mentaba, Desa Nanga Kalis, Kecamatan Kalis terancam ambruk karena terkena abrasi sungai Mandai. Bahkan saat ini ada beberapa bangunan warga yang tanah fondasi bangunanya habis terkikis arus sungai.
"Beberapa rumah memang tongkatnya sudah lepas" ucap Ancis, salah satu warga Dusun Mentaba, Jumat 21 April 2017.
Warga lainnya, Unut, mengatakan di sepanjang ratusan meter di aliran Sungai Mandai Kecamatan Kalis ini membentang ratusan rumah warga. Posisi tiang rumah warga dari bibir sungai sudah tinggal beberapa meter dari tebing. Ada juga tempat pemakaman yang jaraknya hanya beberapa meter dari tebing sungai.
"Bagian belakang rumah saya juga sudah tergerus (longsor sedikit demi sedikit) oleh abrasi. Tanaman kratom (purik) sudah habis hanyut ke sungai Mandai" timpal Unut.
Unut mengatakan masalah abrasi di Daerahnya sudah sering di usulkan melalui Desa agar tebing sungai segera di bangun penahan, untuk mengurangi longsor. Unut sangat berharap Pemerintah segera melakukan penanganan, meskipun bertahap.
"Mudah-mudahan Pemerintah peduli. Karena ini terjadi sudah lama, kita khawatir karena di sini terdapat fasilitas umum" ucap Unut.
Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Nanga Kalis, Kecamatan Kalis Sudirman mengungkapkan, sejak Tahun 2004 sering di usulkan agar tebing sungai di bangun turap bronjong (turap yang bertingkat seperti tangga).
"Karena banyak rumah warga di sepanjang aliran sungai. Setiap Tahun minimal dua rumah pasti kena longsor. Maka kita minta segera di tanggulangi" pinta Sudirman.
Penanganan abrasi tersebut membutuhkan biaya besar, makanya Sudirman berharap anggaran biaya tersebut harus di anggarkan melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), adapun dana desa (DD) yang sekarang di pastikan tidak cukup untuk menangani pembangunannya.
Lebih lanjut Sudirman mengatakan, langkah antisipasi yang akan di coba oleh pihak Desa hanya dengan merelokasi warga setempat ke pemukiman baru, yakni transmigrasi lokal. Hanya saja, kapasitas transmigrasi juga terbatas.
Untuk itu Sudirman berharap ada solusi lain dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, agar ancaman abrasi tersebut bisa di minimalisir kedepannya.