Prajurit TNI Bersenjata Lengkap Sisir Kecamatan Kalis dan kota Putussibau


Sebanyak 570 prajurit TNI Batlyon Infanteri Rider Khusus 644/ Walet Sakti, bersenjata lengkap, menyisir/menyaring beberapa lokasi di Kecamatan Kalis dan kawasan kota Putussibau. Ketika itu sempat terdengar letupan senjata api.

Komandan Batalyon (Danyon) Inf. Raider Khusus 644/Wls, Mayor Inf. Gede Setiawan mengatakan, prajuritnya tersebut sedang mekukan pelatihan perang, latihan tersebut untuk menjaga kemampuan yang telah dimiliki para prajurit. “Adapun materi dalam latihan tersebut diantaranya TPRAG (Taktik Pertempuran Regu Anti Gerilya) kemudian Raid, patroli – patroli ada juga mengenai masalah PKP (Pendaratan Kaki Pantai)” terang Mayor Inf. Gede Setiawan, saat meninjau latihan dibeberapa titik wilayah Putussibau, Senin 19 Juni 2017 malam.

Keseluruhan personil terbagi menjadi 3 Satuan Setingkat Kompi (SSK). Latihan tempurnya terbagi dari tahapan basis, kemudian gunung hutan, rawa laut. Hanya saja karena tidak ada laut, maka memanfaatkan sungai – sungai. “Untuk hutan gunung kita pilih di daerah Hulu Tubuk, Kecamatan Kalis, kemudian untuk rawa laut daerah Putussibau komplek Sibau Hilir dan Sibau Hulu dan sekitarnya,” ujar Mayor Inf. Gede Setiawan. Lanjutnya, latihan itu akan berlanjut hingga 14 hari, dari beberapa materi yang diberikan itu memang harus dikuasai secara perorangan, yang kemudian untuk memupuk kekompakan tim. “Tim harus solid, tidak harus ada kata lain, kalau perintah satu, harus satu,” tegasnya.

Danyonif, Mayor Inf. Gede Setiawan menjelaskan, setelah latihan dan penilaian selesai, maka dilanjutkan dengan evaluasi untuk melanjutkan ke latihan berikutnya, yakni di Bulan Desember Batalyon akan dilaksanakan kembali latihan pemantapan. “Latihan pemantapan nanti akan lebih besar momentnya dari yang sekarang.  Ini pertamakali dilaksanakan di Putussibau, kemungkinan pada latihan pemantapan bulan Desember nanti letusan akan lebih ramai. Jadi ini latihan perorangan untuk menyongsong latihan pemantapan,” ulasnya.

Danyonif, Mayor Inf. Gede Setiawan mengatakan, latihan akan dilaksanakan rutin setiap Tahun, semua prajurit akan mendapatkan giliran. Tegas Mayor Inf. Gede Setiawan lagi, dalam setiap kegiatan tetap ada reward dan punishment. “Kalau yang tidak sesuai prosedur akan diberikan punishement bisa berupa teguran atau sanksi fisik. Itu tergantung seni pelatih yang akan memberi punishment. Kalau reward berupa kesejahteraan untuk istirahat,” tutupnya.

Share Post:

BERITA POPULER