.jpg)
PT. Pertamina Kalbar memperkenalkan Elpiji terbaru kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis 26 Januari 2017 pagi. Gas elpiji yang diperkenalkan adalah Bright gas atau elpiji dengan berat 5,5 Kg, yang merupakan produk pretamina yang non subsidi. Pengenalan gas baru tersebut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, SH.
Sales Eksekutif Elpiji Rayon Enam Kalbar PT. Pertamina Andrew Wisnuwardana mengatakan pihaknya sengaja memperkenalkan Bright Elpiji kepada Pemkab Kapuas Hulu, agar para Aparatur Sipil Negara setempat dapat segera beralih menggunakan elpiji non subsidi seperti Bright gas 5,5 kilogram, sebab gas elpiji tabung gas melon yang berat 3 kilogram dan bersubsidi itu hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang tidak mampu.
.
Bright Elpiji memiliki segi pengamanan yang baik, dimana ada katup ganda. Selain itu tabungnya aman sehingga isi gasnya juga tetap. Jadi oknum tertentu tidak akan bisa melakukan kecurangan dengan mengurangkan isi gas tersebut. Bright elpiji telah tersebar di 150 kabupaten/kota di Indonesia. Untuk di Kalbar sendiri sudah ada 10 agen. Tabung Bright Gas 5,5 kilogram tersebut berat keseluruhan Tabung dan Gasnya 12 kilogram. Untuk harga tabung dan gas ini Rp. 325.000 pertabung.
Merespon pengenalan Bright gas dari Pertamina, Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero, SH mengarahkan agara ASN di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu beralih dari Gas Elpiji bersubsidi (tabung hijau/ melon) ke Braight Elpiji (tabung pink). Sebab gas elpiji yang bersubsidi hanya diperuntukkan kepada orang yang tidak mampuh. Wabup menjelaskan, mereka yang berhak menerima subsidi gas elpiji adalah masyarakat yang pendapatannya dibawah Rp. 1,5 juta perbulan. Sedangkan pendapatan ASN sekarang ini rata-rata tidak ada yang dibawah Rp. 1,5 juta perbulan. Artinya ASN tidak berhak untuk membeli gas elpiji yang bersubsidi, sebab itu milik orang yang tidak mampu.