Perhatikan Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat Perbatasan


Kawasan Perbatasan Rebublik Indonesia - Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu masih membutuhkan perhatian pembangunan dari Pemerintah. Hal yang paling utama adalah kebutuhan dasar, seperti kesehatan pendidikan, termasuk masalah infrastruktur.

 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupanten Kapuas Hulu, Robertus, SH menilai, fasilitas umum, sarana prasarana di perbatasan memang perlu diperhatikan. Menurut dia, fasilitas yang perlu diperhatikan pemerintah tersebut seperti jembatan, akses jalan, listrik, kesehatan dan pendidikan masih perlu ditingkatkan. Seperti kecamatan Puring Kencana, ada tiga jembatan penghubung yang perlu dibangun, namun sampai sekarang belum direalisasikan oleh Pemerintah Pusat.

 

Jembatan-jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat untuk mempermudah akses transportasi dan kegiatan perekonomian masyarakat. Tapi karena statusnya bukan kewenangan Pemerintah daerah, jadi tidak bisa cepat dibangun. Tapi Pembangunan jembatan tersebut merupakan kewenangan Pusat.

 

Selain itu, Ruas jalan Badau - Empanang juga saat ini kodisinya sangat memprihatinkan dimana jalan tersebut sudah mengalami kerusakan yang sangat berat, sehingga perlu diperbaiki,  “Dengan kondisi jalan yang rusak Masyarakat disana membeli sembako dari Malaysia karena lebih dekat dan lebih murah. Mereka mengamambil dari Desa Sungai antu ( Indonesia) ke Batu lintang (Malaysia),"terang Robertus.

 

Disisi lain fasilitas listrik juga masih jadi masalah utama diperbatasan. Sampai  saat ini masih ada beberapa Desa di kecamatan Puring Kencana yang belum di beri listrik, diantaranya Desa Sungai Mawang, Sungai Antu, Merakai Panjang dan Kantuk Bunut. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) memang sudah ada di Puring Kencana, namun jika tidak turun hujan maka PLTMH tersebut tidak akan jalan, turbin pembangkit itu sendiri mengandalkan air dari sungai bukan dari bukit, sehingga tidak efektif. Permasalahan listrik tersebut akan disampaikan ke Pemerintah Pusat, sedangkan untuk masyarakat Badau dan Empanang sendiri masih menggunakan listrik dari Malaysia.

 

Terkait Pendidikan dan kesehatan di perbatasan, masyarakat di Kecamatan Empanang, Badau dan Puring Kencana banyak yang bersekolah dan berobat ke Malaysia. Sebab di Malaysia ada program pendidikan gratis dan berkualitas, begitu juga pelayanan kesehatannya lebih memadai dibanding Indonesia. Hal tersebut jadi tanggung jawab pemerintah untuk menanggulanginya dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai kepada masyarakat.

Share Post:

BERITA POPULER