
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu berupaya menutup kekurangan tenaga dokter dengan menyekolahkan putra putri daerah. Tahun 2019 ini ada lima orang yang bakal disekolahkan ke fakultas kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak. Pemkab Kapuas Hulu pun melakukan seleksi terhadap puluhan pelajar berprestasi untuk menentukan pelajar yang bakal disekolahkan ke Fakultas Kedokteran tersebut.
Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, S.H. mengatakan, program beasiswa kedokteran tersebut sudah ada sejak lama. Program sempat berhenti namun dilanjutkan kembali karena Kabupaten Kapuas Hulu sangat butuh dokter. "Beberapa tahun program beasiswa dokter ini sempat berhenti, sekarang dilanjutkan kembali, karena memang kebutuhan daerah," ucap Wakil Bupati Kapuas Hulu, disela kegiatan seleksi beasiswa kedokteran di Aula Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa 26 Maret 2019.
Wakil Bupati Kapuas Hulu menuturkan, sudah banyak yang disekolahkan pihak Pemkab Kapuas Hulu dan jadi dokter. Ini menunjukan progran beasiswa kedokteran ini berjalan baik. "Seberapa banyak itu yang kita kirim, sebanyak itu juga yang kembali jadi dokter dan mengabdi di Kabupaten Kapuas Hulu. Mengabdinya paling tidak 15 tahun, sebelum itu tidak boleh minta pindah," tegas Wakil Bupati Kapuas Hulu.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Kapuas Hulu, Iwan Setiawan menuturkan, untuk seleksi awal beasiswa kedokteran tahun ini pesertanya ada 98 orang dan berasal dari 27 sekolah. Dari seleksi ini diambil disini 15 orang, kemudian dites secara komputer nanti hasilnya jadi 5 orang. "Nah mereka yang 5 orang ini yang akan di SK-kan Bupati untuk menerima beasiswa kedokteran dari Pemda Kabupaten Kapuas Hulu. Mereka yang sudah dikirim ke fakultas kedokteran UNTAN akan terus kita pantau, kita juga kasi mereka motivasi ,". Terkait kerjasama beasiswa kedokteran dengan UNTAN Pontianak, hal itu sudah dilakukan sejak Tahun 2015 sampai sekarang. Dulu pernah sempat putus, kemudian dilanjutkan lagi. Tahun ini dana yang disiapkan Pemkab Kapuas Hulu untuk beasiswa dokter adalah Rp 1,7 milyar. "Mereka yang sudah selesai dan jadi dokter itu sudah banyak, mereka bertugas di Kabupaten Kapuas Hulu ini dan ditempatkan di Kecamatan-kecamatan," kata Kabag Kesra Setda Kabupaten Kapuas Hulu.
Bagi penerima beasiswa kedokteran ini harus serius belajar. Apabila gagal karena faktor kesalahan dari yang bersangkutan maka harus kembalikan dana yang telah Pemkab Kapuas Hulu keluarkan untuk kuliahnya. "Kita berusaha lakukan pembinaan dulu, baru pemanggilan untuk kita cari apa kendalanya. Kalau memang sudah deadline dari Untan dan kesalahan mahasiswa itu sendiri, maka yang bersangkutan harus kembalikan uang kuliah yang sudah dikeluarkan Pemda untuk beasiswanya. Namun selama ini belum pernah terjadi dari Kabupaten Kapuas Hulu," papar Kabag Kesra Setda Kabupaten Kapuas Hulu.
Ketua Tim Seleksi Mahasiswa Penerima Beasiswa Dokter, Aswandi menuturkan, ada beberapa Kabupaten yang sudah merasa cukup jumlah dokter dan tidak melanjutkan lagi program beasiswa tersebut. Bagi yang sudah putus kerjasama seperti itu masih tetap bisa kerjasama lagi. "Tahun ini yang melanjutkan kerjasama ada 3 Kabupaten, Kabupaten yang banyak mengirim adalah Kabupaten Kapuas Hulu. Mereka minta 5 orang ini yang diterima jadi mahasiswa didanai oleh Pemda. Kalau Sanggau ada 3 orang dan Sintang ada 3 orang," papar Ketua Tim Seleksi Mahasiswa Penerima Beasiswa Dokter.
Menurut Ketua Tim Seleksi Mahasiswa Penerima Beasiswa Dokter, dengan kerjasama seperti ini bisa mengatasi kekurangan dokter di Kalimantan Barat. Sebab mereka yang lulus tersebut masih terikat kontrak untuk mengabdikan diri di daerahnya masing-masing. "Semua ada ikatan kontrak selama 15 tahun, mereka tidak boleh mengajukan pindah untuk mengikat mereka," tutup Ketua Tim Seleksi Mahasiswa Penerima Beasiswa Dokter. (Doc. Bidang SAI-DKIS)