Empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin 03 April 2017 pagi. SMK yang melaksanakan UNBK tersebut adalah SMKN 1 Putussibau dan SMKN 2 Putussibau, SMK Krisma Silat Hilir, SMK Hulu Gurung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri, pada hari pertama pelaksanaan UNBK, mengunjungi SMKN 1 dan SMKN 2 Putussibau. Pada SMKN 1, Muhammad Sukri menemukan, pelaksanaan UNBK terkendala jaringan internet. "Dari tinjauan ini memang perlu perbaikan jaringan, kalau bisa buat jaringan khusus supaya lancar, termasuk penyediaan server" ucap Muhammad Sukri di sela kegiatan peninjauan.
Terkait kelancaran UNBK, dari dinas terkait sudah di perintahkan, selain memastikan jaringan, juga memastikan stabilitas listrik. "Kami akan kerjasama untuk listrik. Supaya di prioritaskan dari PLN" tutur Muhammad Sukri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu sangat mendukung pelaksanaan UNBK. Sebab sudah memang seharusnya berbasis teknologi, guna untuk meminimalisir kebocoran soal.
Semua Sekolah kedepannya harus terapkan UNBK. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu pun tetap mendukung realisasinya. "Kami juga akan bantu siapkan komputer. Kalau ada 60 komputer untuk satu Sekolah, itu saya rasah sudah aman untuk UNBK. Nanti kami akan programkan pengadaannya" ucap Muhammad Sukri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi mengatakan, UNBK saat ini memang hanya di laksanakan SMK. Untuk kewenangan penyelenggaraan itu juga di bawah naungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
"Dari SMKN 1 dan SMKN 2 Putussiba, SMK Krisma Silat Hilir, SMK Hulu Gurung, keseluruhan perserta UNBK ada 232 orang siswa peserta UNBK" papar Petrus Kusnadi.
Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunya syarat saja untuk lulus. Ada parameter sendiri dari Sekolah masing-masing, ada penilai moral tidak hanya intelegensinya.
Terkait dengan hari pertama pelaksanaan UNBK, Siswa Jurusan Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) SMKN 2 Putussibau, Yohanes Aloy, menuturkan UN yang di hadapi adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia (BI).