
Belum lama ini Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, SH melakukan panen perdana padi organik di lahan tanpa bakar yang dikelola kelompok tani Lulung Betuah, Desa Tuah Abang, Kecamatan Semitau bersama pihak swasta. Wakil Bupati Kapuas Hulu menilai pola tanam yang diterapkan kelompok tani tersebut dapat mengganti pola ladang berpindah di masyarakat. “Pola tanam padi darat ini bisa jadi solusi untuk masalah ladang berpindah,” papar Wakil Bupati Kapuas Hulu.
Masyarakat kelompok tani Lulung Betuah berhasil mengelola lahan bekas ladang seluas 50x10 meter untuk dikelola kembali menjadi ladang. Lahan tersebut tanpa dukungan irigasi atau pengairan, hanya mengandalkan pupuk kompos dari dedaunan. “Dengan begini masyarakat tidak perlu lagi membakar ladang dan membuka lahan baru, cukup mengandalkan pemupukan saja hasilnya sudah lumayan,”. Wakil Bupati Kapuas Hulu mengharapkan, agar Kepala Dinas Pertanian Kapuas Hulu dapat mengajarkan masyarakat kelompok tani lain, yang lokasinya sulit mendapat air untuk menerapkan pola padi darat. “Pembelajaran dari masyarakat Desa Tuah Abang, hendaknya bisa dikembangkan di daerah lainnya,” tutup Wakil Bupati Kapuas Hulu.
Sementara Camat Semitau, Mas Hidayat mengungkapkan, menanam padi pada lahan tanpa bakar tersebut merupakan hal baru di Kecamatan Semitau, namun itulah jawaban dari larangan membuka lahan tidak dengan cara bakar selama ini. “Menurut saya cara bercocok tanamnya sudah hemat. Karena memelihara padi tanpa air dan mesin, namun mengandalkan pupuk organik. Kemudian keuntungan bagi masyarakat selain mendapatkan hasil memadai, juga mendapat keterampilan membuat pupuk buatan,” ungkap Camat Semitau. (Doc. Bidang SAI-DKIS)