
Maskapai penerbangan NAM Air mulai melayani rute penerbangan Pontinak-Putussibau (PP). Terbang perdana maskapai ini dari Pontianak-Putussibau di ikuti langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir, S.H. Bupati Kapuas Hulu dan masyarakat pengguna jasa penerbangan tersebut tiba di Bandara Pangsuma Putussibau, Kamis 26 Oktober 2017 pukul 08.30 Wib. Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir, S.H. mengatakan, dulu masyarakat Kapuas Hulu tidak masalah ada atau tidak pesawat, tapi sekarang tidak ada satu pesawat layani penerbangan jadi masalah. "Karena tidak ada pesawat dirasa jauh untuk pergi ke Pontianak," kata Bupati Kapuas Hulu, disela peresmian terbang perdana NAM Air ke Bandara Pangsuma Putussibau.
Bupati Kapuas Hulu mengungkapkan, antusias masyarakat terhadap masalah penerbangan beberapa hari terakhir sudah terjawab hari ini. Bahkan untuk penerbangan kembali ke Pontianak juga sudah full. Kapuas Hulu memang terjauh dari Provinsi Kalbar. Kalau jalur darat butuh 18 jam baru sampai ke Pontianak, sementara pesawat hanya satu jam saja. Sebab itu baik masyarakat umum maupun Aparatur Pemerintah mengandalkan maskapai penerbangan. "Kami harapkan NAM Air bisa menyediakan tiga tiket untuk Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), ini tetap dibayar. Sebab biasanya ada tugas dadakan yang harus segera berangkat ke Pontinak," ucap Bupati Kapuas Hulu.
Sementara itu Direktur Komersil PT. NAM Air (Sriwijaya air group), Frangky Gan, mengungkapkan, apresiasi karena sudah diberikan kemudahan sehingga bisa terbuka penerbangan ke Kapuas Hulu. "Kami sangat senang bisa membuka jalur ke Putussibau. Sekali sehari ke Putussibau, kalau memungkinkan akan dilakukan dua kali sehari. Untuk hal ini kami akan monitor dalam dua bulan,". Sriwijaya ada 53 pesawat. Dari jumlah itu 13 pesawat diantaranya adalah punya NAM air, 11 jenis boing dan 2 jenis ATR. "Rencana ada nambah dua pesawat lagi satu boing dan satu ATR," jelas Direktur Komersil PT. NAM Air (Sriwijaya air group). Untuk penerbangan ke Putussibau dilayani pesawat jenis ATR 72-600. Muatnya 72 penumpang. (Doc. Bidang SAI-DKIS)