Mentri Pertahanan RI Minta Masyarakat Perbatasan Tetap Bersatu


Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengajak masyarakat perbatasan agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan. sehingga tidak mudah digoyahkan Negara lain. Menurut Menteri Pertahanan (Menhan) pembangunan masyrakat bangsa harus denga moral dan wawasan kebangsaan yang baik. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa selalu terjadai. "Menjaga persatuan dan kesatuan sangat penting. Kita harus berseru Indonesia bersatu, kalau tidak bersatu akan pecah Negara ini," katanya saat bertatap muka dengan masyarakat perbatasan, Rabu (28/1/2015) pagi di Gedung Pertemuan Komplek PPLB Badau.

Bila rakyat bersatu, kata Menteri Pertahanan, siapapun dunia ini tidak akan bisa meruntuhkan Indonesia. Pasalnya, bukan hanya melawan tentaranya tetapi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu masyarakat perbatasan harus kuat. Karena bisa saja Negara lain ingin meruntuhkan moral rakyat Indonesia. "Kita tidak curiga terhadap Negara lain tetapi kita harus waspada," tegasnya. Menteri Pertahanan  meminta agar jangan ada barang haram masuk ke daerah perbatasan, salah satunya Narkoba. Ada dua kemungkinan orang menyeludupkan narkoba ke tanah air, seperti untuk memperkaya diri karena keuntungannya besar atau bermaksud  merusak generasi muda. "Makanya semua harus selalu waspada, sebab ada berbagai cara negara lain ingin menghancurkan negara kita," tegas Menteri Pertahanan.

Pada kegiatan tatap muka dengan masyarakat perbatasan tersebut Menteri Pertahanan memberikan kesempatan kepada warga bertanya. Setelah acara selesai, Menteri Pertahanan melanjutkan penancapan batu pertama Jalur Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) antara Indonesia – Malaysia. Jalur Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) ini akan mulai dibangun pada awal Maret 2015 ini dengan panjang 50 kilometer dan lebar 4 meter yang menghubungkan antar Pos pengamanan di perbatasan Indonesia - Malaysia. Untuk tahap awal akan dibangun 15 kilo meter terlebih dahulu. Di sepanjang Jalur Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) yang berhadapan dengan negara tetangga Malaysia tersebut memiliki 36 patok.

Menteri Pertahanan tiba di Kecamatan Badau sekitar pukul 08.45 WIB dengan menggunakan dua Helikopter Puma. Setibanya di Kecamatan Badau, Menteri Pertahanan disambut acara adat suku Dayak dan Melayu. Ikut mendampingi Menteri Pertahanan Dirjen Strahan Kemhan, Sahli Kam Menhan, Dirwilhan Kemhan serta Pangdam XII/Tpr, dan Danrem 121/Abw. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu yang menyambut Menteri Pertahanan adalah Sekretaris Daerah Ir. H. Muhammad Sukri dan Dandim 1206/Psb Letkol Inf  Vivin Alivianto. (Yohanes/Dishubkominfo Kab. KH)

Share Post: