Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani didampingi Sekretariat Negara Republik Indonesia, Pramono Anung, Dirjen Bea dan Cukai Indonesia, Heru Pambudi, Kakanwil Ditjen Bea dan Cukai Pontianak, Saifullah Nasution dan Kakan Bea dan Cukai Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Indra Mustika melepas Ekspor 11 truk Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit di PLBN Badau, pada Kamis 16 Maret 2017 siang. Belasan truk tersebut memuat sebanyak 407 matrik ton.
Dalam pelepasan Ekspor tersebut pengEkspor dari Indonesia ke Negara luar memang perlu ditingkatkan. Supaya pendapatan Negara juga bertambah. "Kita berhadap dari PLBN Badau bisa menambah pendapatan bagi masyarakat setempat, termasuk untuk Daerah dan Negara dari aktifitas Ekspornya" singkat Puan Maharani, sambil menyapa para supir truk yang mengangkut minyak CPO di PLBN Badau.
Dirjen Bea dan Cukai Indonesia, Heru Prambudi menegaskan, dari 407 matrik ton CPO yang di Ekspor, Negara Indonesia mendapatkan Devisa Ekspor sebanyak Rp 255.416,14 usd.
Pihak Beacukai sangat mendukung kawasan Badau menjadi Centra untuk Ekspor CPO kelapa sawit. Salah satu upaya Beacukai untuk mendukung kegiatan tersebut adalah Balking yang ada hendaknya menjadi terminal barang atau pun Dry Pot di kawasan Badau. Sehingga Industri CPO di sekitar Badau bisa di Ekspor, tidak hanya di Malaysia, tapi juga ke Negara lain.
Kepala Bea dan Cukai Badau, Indra Mustika menambahkan pada Tahun 2015, Devisa Ekspor CPO di Kabupaten Kapuas Hulu sebesar 36.055.197,98 usd, dengan total berat CPO: 69.859.480 kg. Sementara di Tahun 2016 lalu, pendapatan Devisa Ekspor: 34.017.691,66 usd dengan total berat: 57.676.790 kg.
Dari Badau Ekspor CPO belum dapat nilai yang optimal karena hanya bergantung di pihak Malaysia. CPO tersebut hanya bisa dijual ke Daerah Bintulu dan sebagian Wilayah Malaysia. Dengan adanya terminal barang di Badau, di kawasan Kabupaten Kapuas Hulu, pihak Beacukai berharap Industri CPO bisa di Ekspor ke Negara lain di luar Malaysia melalui PLBN Badau.
Terkait target Ekspor CPO dari PLBN Badau di Tahun 2017, target yang di harapkan pihak Beacukai sebanyak 120.000 matrilk ton. Diharapkan dari pengembangan industri sawit yang ada, dari PLBN Badau bisa berikan Devisa Ekspor 1 juta Dolar per Tahun. Selain CPO, pihak Beacukai juga berharap ada Ekpor lain sekala besar baik dari Kabupaten Kapuas Hulu ataupun Kabupaten lain, seperti Sintang.