
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ahmad Diponegoro Putussibau selalu terbentur dengan pemenuhan kebutuhan darah para pasiennya. Personil TNI-Polri setempat pun menjadi mayoritas pedonor untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu,dr.H. Harisson M.Kes, mengatakan, kesulitan pemenuhan darah di latar belakangi sulitnya mencari sukarelawan yang mendonorkan darahnya. Karena donor darah tersebut bergantung dengan keiklasan seseorang dalam menyumbangkan darahnya. Itu yang sekarang sulit di dapat.
Dari Palang Mera Indonesia (PMI) sendiri sudah memiliki data sukarelawan yang bisa mendonorkan darahnya, namun itu kembali lagi kepada ketulusan dari sukarelawan tersebut. PMI tidak bisa memaksa orang untuk menyumbangkan darahnya. Sehingga TNI-Polri lah yang hanya bisa di andalkan, karena mereka selalu siap membantu.
Sekretaris RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, Zainudin, mengakui bahwa pihaknya selalu kekurangan darah. Dia pun berjanji pihaknya akan berupaya memperbaiki manajemen bagaimana ketersediaan darah untuk pasien nantinya selalu ada. Karena selama ini pihak RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau memang selalu meminta darah ke TNI-Polri jika ada kekurangan darah.
Kepala Laboratorium RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, Abdurrahman, membenarkan terkait Keterbatasan stok darah tersebut. Dia menuturkan, ketersediaan stok darah yang ada di tempatnya terbatas, apa bila ada pasien lain yang membutuhkan darah mereka harus mencari sendiri di luar. "Untuk mencari darah sendiri, kami itu terbatas tenaganya. Karena tenaga kami disini tugasnya merangkap" jelas Abdurrahman.
Untuk mencari darah memang sulit karena harus mengandalkan sukarelawan yang mendonorkan darahnya, jumlah pendonornya sangatlah sedikit, sementara yang memerlukan darah jumlahnya cukup banyak. Jumlah pendonor dan pasien yang membutuhkan darah tidak seimbang.
Sebenarnya pihak Laboratorium RSUD bukanlah sebagai pencari darah, melainkan hanya menyalurkan darah bagi yang memerlukan. Karena yang mencari darah tersebut merupakan tugas dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Kepala Laboratorium RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, Abdurrahman menambahkan, pihaknya memang memiliki Bank Darah, namun stoknya terbatas dan cepat habis karena jika pasien sudah memerlukan darah, itu bukan hanya satu kantong melainkan banyak jumlahnya. Ada pasien yang biasanya perlu darah sebanyak 4-5 kantong, tentunya jumlah darah yang ada di Bank darah tersebut sangatlah terbatas dan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien.
Untuk mengantisipasi agar stok darah ini tidak selalu kehabisan, pihak rumah sakit sebaiknya melakukan sosialisasi dan pengumuman bagi pendonor yang sukarela menyumbangkan darahnya.