
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kapuas Hulu mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas Hulu, Pukul 09.00 Wib, Senin 08 April 2019. Kegiatan tersebut melibatkan Pemda Kabupaten Kapuas Hulu serta beberapa pihak terkait lainnya.
Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu, Ahmad Yani menuturkan, dalam Rakor tersebut pihaknya menyampaikan kesiapan KPU Kabupaten Kapuas Hulu sebagai penyelenggara, terkait dengan Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Beberapa hal yang dibahas diantaranya terkait dengan logistik Pemilu. "Rencananya distribusi logistik ini kita lakukan pada 08 April 2019, namun dari kondisi saat ini belum memungkinkan kita lakukan distribusi," papar Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu.
Kendalanya adalah adanya beberapa dokumen logistik yang belum lengkap. Dokumen tersebut dalam aturannya mesti dimasukan kedalam kotak. "Logisitik yang harus dimasukan dalam kotak tersebut diantaranya adalah surat suara, formulir-formulir. Formulir ada yang masih dalam proses distribusi pihak penyedia. Paling lambat harapannya, Tanggal 10 April 2019 sudah di Putussibau, sehingga Tanggal 11-12 April 2019 sudah bisa dirakit dan sebagian digeser ke Kecamatan-kecamatan," jelas Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu.
Kemudian dari lima surat suara untuk Pemilu nanti, Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, ada sekitar 10.000 surat suara yang kurang. Untuk menutupi kekurangan tersebut KPU RI sudah mendistribusinya. "Terkait kekurangan surat suara ini, kami juga sudah siapkan beberapa langkah. Prioritas utamanya memang diarahkan ke daerah-daerah yang terjauh dulu, kemudian surat suara yang dikirim KPU RI menutupi kekurangan itu akan disalurkan untuk daerah terdekat,". Distribusi untuk daerah terjauh dan sulit akan dilakukan di Tanggal 12-13 April 2019. Beberapa daerah tersulit diantaranya adalah empat Desa di Kecamatan Putussibau Selatan, yaitu Desa Tanjung Lokang, Bungan Jaya, Beringin Jaya dan Kereho. Daerah-daerah ini sudah disampaikan dalam Rakor KPU Provinsi Kalbar. "Dari Pemilu 2014, Pilkada 2015 dan Pilkada 2018 memang daerah-daerah ini yang jarak tempuhnya cukup lama dan transportasinya juga cuma ada satu yaitu long boat karena ini hanya ada jalur sungai. Kalau ke Dusun Belatung Desa Kereho itu petugas kita harus dua hari satu malam jalan kaki," papar Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu.
Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu menuturkan, pihaknya membutuhkan dukungan Pemda Kabupaten Kapuas Hulu, TNI-Polri dan jajaran terkait lainnya agar distribusi pemilu berjalan baik dan pelaksanaan pemilu pun berjalan baik. "Dalam Rakor ini kami minta dukungan Pemerintah Daerah dan pihak lainnya agar proses penyaluran dan pemilu ini berjalan aman, lancar dan sesuai dengan tahapan," papar Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu.
Terkait dengan logistik pemilu di gudang logsitik KPU Kabupaten Kapuas Hulu, masih dilakukan proses sortir dan pengepakan. "Teman-teman yang ada di gudang KPU, masih mensortir, mulai dari C1 plano, C1 berhologram serta salinannya. Termasuk dokumen lain masih dalam proses sortir," tutup Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu. Rakor persiapan pelaksanaan pemilu yang diadakan KPU Kabupaten Kapuas Hulu dihadiri Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Rajuliansyah, jajaran Forkopimda berserta Kepala OPD Kabupaten Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)