
Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 semakin dekat. Banyak hal yang perlu diwaspadai oleh penyelenggara pemilu serta berbagai pihak terkait, agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar, aman, bersih, jujur dan adil. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah money politik (politik uang) atau serangan fajar. Money politik sangat rentan menghadirkan politikus yang korupsi di tubuh Pemerintahan Indonesia.
Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Rajuliansyah mengajak masyarakat di Bumi Uncak Kapuas untuk tidak terpengaruh dengan bentuk-bentuk money politik, apabila hal itu dilakukan oknum-oknum tertentu. Hal tersebut akan menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas. "Money politik ini akan menghadirkan pemimpin yang tidak diharapkan masyarakat. Kami selalu sarankan masyarakat, dalam pemilu carilah yang terbaik diantara yang baik," ucap Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa 09 April 2019.
Sebagai salah satu Calon Legislatif di Pemilu 2019, Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Rajuliansyah menuturkan, keadaan di lapangan masih kondusif. Masing-masing Caleg sibuk melakukan promosi diri. "Kemarin ini masih suasana kampanye. Semua (Caleg) masih fokus ke situ,". Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu menegaskan, dirinya juga turut membantu KPU dalam mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Tanggal 17 April 2019 mendatang. Demikian juga mengenalkan tetang surat suara, sebab Pemilu kali ini cukup banyak jenis surat suara. "Lima jenis surat suara, kita takut masyarakat nanti salah coblos. Kami juga berusaha sampaikan ke masyarakat," papar Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu.
Terkait surat suara, hal yang perlu penjelasan memang terkait dengan surat suara pemilihan DPRD. Sebab hanya list nama saja yang ada di surat suara, tidak ada foto Caleg. "Memang dalam surat suara tidak ada gambar calon di surat suara pemilihan DPRD. Kekhawatiran kami tidak ada foto itu lalu warga salah coblos, mudah-mudahan pesta demokrasi ini sedikit errornya," tutup Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu, Ahmad Yani menjelaskan, bahwa tentang surat suara sebetulnya sudah pernah terjadi pada Pemilu Legislatif 2014, tidak ada gambar para Caleg, hanya nama saja. Namun bisa saja ke khawatiran dari berbagai pihak itu muncul karena Pemilu kali ini banyak jenis surat suaranya. "Sebetulnya surat suara tidak ada foto itu sudah pernah terjadi di Pileg sebelumnya, jadi saya yakin masyarakat sudah paham cara mencoblosnya. Mungkin karena kali ini agak banyak surat suaranya jadi muncul ke khawatiran," papar Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu.
Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu menyakinkan bahwa pihaknya terus berusaha melakukan himbauan Pemilu ke berbagai perwakilan masyarakat. Salah satu contohnya adalah beberapa kegiatan yang dilakukan oleh relawan demokrasi yang telah dibentuk KPU Kabupaten Kapuas Hulu. "Relawan demokrasi ini kami bentuk dalam beberapa devisi yang menjangkau berbagai kalangan, pemilih pemula, pemilih yang aktif di media sosial dan sebagainya. Sehingga sosialisasi itu menjangkau berbagai lapisan masyarakat," tutup Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)