
Januari hingga Maret 2017 ini penyakit Diare di Kabupaten Kapuas Hulu sudah mencapai 723 kasus. Periode Januari hingga Maret Tahun 2016 lalu ada 1.040 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, dr. H. Harisson, M.Kes mengatakan, Belum ada lonjakkan kasus Diare. Jika di bandingkan dengan Tahun lalu, jumlah kasus Diare Tahun ini menurun.
Kasus Diare Tahun ini banyak terjadi di Desa Sebintang Kecamatan Kalis. Penderita semuanya anak-anak. "Saya rasa ini di picu lingkungan yang tidak bersih serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat yang kurang terjaga" ungkap H. Harisson.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, dr. H. Harisson, M.Kes mengatakan, dirinya sudah melakukan penyuluhan dan pengobatan melalui Puskesmas setempat. Ia juga menghimbau agar masyarakat dapat menjaga lingkungannya agar lebih bersih, selain itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat juga perlu diperhatikan.
"Misalnya anak tersebut harus di beri Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif, kemudian jika anak tersebut minum susu formula, botol dot nya harus di cuci bersih dan di rebus dahulu, begitu juga dengan empengnya" ungkap H. Harisson.
Penyakit Diare tidak lagi harus menunggu musim kemarau, musim penghujan seperti ini pun diare sudah mulai menyerang karena Diare tersebut tergantung dengan kebersihan lingkungan dan PHBS masyarakat.
"Jadi saya ingatkan kepada masyarakat untuk lebih waspada, khususnya anak-anak yang terkena Diare, orang tuanya harus segera membawa mereka ke petugas kesehatan agar segera di obati" ujar H. Harisson.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Ade Hermanto mengungkapkan, kasus Diare di Desa Sebintang Kecamatan Kalis tersebut bermula dari terjadinya banjir di Desa tersebut sehingga membuat anak-anak bermain air dan akhirnya mengalami Buang Air Besar (BAB) terus menerus. Lingkungan mereka yang tidak bersih serta PHBS mereka yang membuat mereka terserang Diare dan menyebabkan satu anak meninggal.
Kasus Diare di Kabupaten Kapuas Hulu hingga hari ini belum melonjak, bahkan jumlah kasusnya menurun. Meskipun saat ini peningkatan kasus penyakit Diare di sejumlah Wilayah sudah dapat di tekan, namun masyarakat harus tetap waspada Diare.
Penyebab terserangnya penyakit Diare tersebut, pada umumnya adalah dari air yang di gunakan dan di konsumsi oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, yang berasal dari sumur atau sungai dan tidak di masak hingga mendidih.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Ade Hermanto mengimbau kepada masyarakat untuk merebus air hingga mendidih terlebih dahulu, sebelum di minum atau di gunakan untuk memasak, serta mencuci gelas dan piring. Namun jika ada keluhan dan gejala penyakit Diare seperti sakit perut, bocor atau.muntah-muntah, maka masyarakat di sarankan agar segera berobat di fasilitas Pelayanan Kesehatan.