Kapuas Hulu Harus Antisipasi Isu SARA


Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri, mengatakan, saat ini Kebhinekaan atau persatuan bangsa Indonesia mulai terancam oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan Negara. Oknum tertentu memberikan hasutan kebencian melalui isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA). “Pemilu (Pemilihan Umum) adalah salah satu ajang kelompok tersebut memecah belah Bangsa,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, dalam Kegiatan Sosialisasi Antisipasi Isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) yang diadakan Ikatan Pena Peduli Sosial Budaya (IP2SB) Kapuas Hulu, Rabu 13 September 2017 Pukul 08.00 WIB di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas Hulu. Dari keadaan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, masyarakat Kapuas Hulu jangan terlena walau selama ini daerah dalam kondisi aman. Menurutnya, perlu antisipasi supaya jangan sampai isu sudah berkembang dan memicu konflik, baru ingin antisipasi. “Dalam hal ini media massa (cetak dan elektronik) sangat berpengaruh untuk mendidik masyarakat, agar tidak terpengaruh isu tersebut,” tutur Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu juga mengatakan, isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) memang masih jadi pengaruh utama dalam Pemilu yang bisa memecah belah kesatuan. Namun masyarakat Kapuas Hulu harus komitmen untuk sukseskan Pilgub dan Wagub Tahun 2018 tanpa isu SARA. “Masyarakat harus jaga kesatuan kita di Kapuas Hulu dan Negara ini. Kalau cekcok terus kapan mau membangun,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Kapuas Hulu walau beda agama, tapi satu keturunan. Asalnya masyarakat Kapuas Hulu ini adalah suku Dayak,  cuma agama saja yang berbeda-beda. “Masyarakat yang masuk Islam lalu dibilang Melayu, itu pengaruh dari jaman Belanda dulu. Kita harus sadari bahwa agama itu pilihan jiwa kita, sedangkan suku itu adalah takdir,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu lagi. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu menambahkan lagi, kecanggihan teknologi yang terus berkembang turut mempengaruhi stabilitas Negara.  Berita hoax (tidak benar) banyak disebar luaskan tanpa terkendali hingga viral dan itu dipercayai sebagian kalangan, tanpa memeriksa apakah itu informasi benar atau salah. “Jika ada informasi dan foto maka kita harus cari darimana sumbernya, bisa saja foto tidak sesuai fakta. Masyarakat juga harus cermat melihat media yang sajikan informasi,” tutur Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Kemarin ditemukan komunitas Saracen,  kelompok yang bergerak untuk membuat Bangsa Indonesia kacau, salah satunya menyebar hasutan Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) melalui media sosial (medsos). Kelompok ini bahkan dibiayai oleh oknum tertentu.  “Jadi masyarakat dan pelajar harus hati-hati ambil info di medsos (media sosial). Dalam agama Islam kita diajarkan tabayun untuk hal seperti itu karena kalau kita sebarkan informasi palsu itu dosa,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)

Share Post:

BERITA POPULER