
Kantor Pos Putussibau menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) triwulan pertama tahun 2017. Untuk penyaluran dana PKH kali ini, adalah dana tahap pertama bagi peserta baru, sementara untuk peserta yang lama sebelumnya sudah menerima bantuan tersebut.
Kepala Kantor Pos Putussibau, Dedi menjelaskan bantuan yang diterima warga bervariasi. Tergantung dari komposisi anggota keluarga. Diharapkan kepada orang tua penerima dana PKH harus menggunakan dana tersebut untuk anak sekolah.
Tenaga pendamping PKH Kecamatan Putussibau Selatan mengatakan, jumlah penerima dana PKH ini berasal dari Kecamatan Putussibau Selatan, dengan jumlahnya sebanyak 210 warga miskin. Kecamatan lain mungkin menyusul untuk mencairkan dana PKH.
Dana digunakan untuk keperluan pendidikan, kesehatan dan Lansia, untuk warga miskin yang menerima dana PKH ini akan terus berlanjut hingga tahap keempat. Untuk mencairkan dana tersebut tidaklah sulit, warga miskin yang sudah terdaftar sebagai penerima dana PKH bisa langsung mengambilnya dengan syarat membawa KTP dan Kartu Keluarga.
Tujuan PKH dari pemerintah ialah ingin meningkatkan kemampuan Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) untuk mengakses atau memanfaatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, nifas dan anak dibawah 6 tahun dari RTSM. Meningkatkan angka partispasi pendidikan anak-anak (usia wajib belajar SD,SMP) RTSM dan meningkatkan kondisi social ekonomi RTSM.
Banyak masyarakat yang komplen terhadap data penerima PKH ini karena masih banyak yang tidak terdata, namun tidak bias berbuat banyak karena bukan PT Pos Putussibau yang melakukan pendataan tapi data dari Pemerintah Pusat.
Selanjutnya Paskalia warga Desa Ingko Tambe Kecamatan Putussibau Selatan mengaku sangat senang mendapatkan dana PKH ini karena ia bisa membeli pakaian dan peralatan sekolah anaknya. Untuk itu Paskalia sangat berharap program yang menyentuh masyarakat kecil seperti ini terus ada kedepannya karena saat ini perekonomian masyarakat sangat lemah. (DISKOMINFO & STATISTIK)