Jaga Kedamaian, Jangan Terpengaruh Isu Yang Memecahkan


Tokoh Agama, Tokoh Adat, organisasi keagamaan serta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mengajak seluruh masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu untuk bersama-sama menjaga kedamaian. Jangan terpengaruh pada isu provokasi yang menyebar di media sosial.

Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero SH menuturkan Kabupaten Kapuas Hulu sudah aman, damai, dan kondusif. Hal ini harus di jaga dengan sebaik mungkin oleh masyarakat.

"Jangan  mudah terpancing dan terprovokasi isu SARA (Suku Agama dan Ras) di Medsos (media Sosial) dan informasi lainnya" ujar Anton Pamero, Selasa 09 Mei 2017.

Anton Pamero mengatakan, rasa toleransi yang sudah terbangun harus di jaga dengan sebaik mungkin. Tidak ada istilah kelompok yang membawa agama apa lagi untuk radikal.

"Kita sudah hidup damai selama ini dan harus tetap di jaga agar tidak terpeca bela" tegas Anton Pamero.

Wakil Ketua GP (Gerakan Pemuda) Ansor Kabupaten Kapuas Hulu, Musta'an, S.Sos, mengatakan, informasi yang ada di media sosial masih perlu di cek kebenarannya ke pihak yang berkompeten. Jangan lalu main hakim sendiri dan melakukan anarkis. Serahkan kepada Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang berkembang sekarang.

"Lebih baik jaga ketertiban dan keamanan di Daerah masing-masing. Pemerintah dan Aparat Keamanan juga harus proporsional (Seimbang) dan profesional" ujar Musta'an.

Ketua DAD (Dewan Adat Dayak) Kabupaten Kapuas Hulu, Agus Mulyana SH, menyatakan agar masyarakat Dayak di Kabupaten Kapuas Hulu tetap tenang. Apa lagi seluruh Kalbar (Kalimantan Barat) ini adalah saudara dan keluarga.

"Saya himbau ke masyarakat dayak Kabupaten Kapuas Hulu jangan terpengaruh isu. Apa yang di terima oleh kita belum tentu benar" ungkap Agus Mulyana.

“Kalau ada yang mengganggu keamanan, di serahkan saja ke Aparat Hukum. Kita ini hidup dalam satu bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Kita masih keluarga, kita harus harmonis" tambah Agus Mulyana.

Anggota FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Kapuas Hulu, Zainudin juga meminta kepada masyarakat untuk memilah dan memilih persoalan yang ada.

"Jangan mencampurkan urusan agama dengan kepentingan yang lain” kata Zainudin.

Zainudin menjelaskan, kerukunan antar agama di Bumi Uncak Kapuas harus semaksimal mungkin di jaga. Ia yakin masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu sudah dewasa dan bisa menghargai perbedaan yang ada.

Share Post:

BERITA POPULER