
Guru di Desa Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Selatan saat ini tidak memiliki rumah Dinas. Rumah Dinas yang sebelumnya dibangun pemerintah di Desa tersebut telah hancur saat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tanjung Lokang Kecamatan Putussibau Selatan pada 18 Juni 2016. Sehingga para guru terpaksa tidur di bangunan sekolah.
Banjir waktu itu menghanyutkan dua rumah Dinas yang ada. Sekarang ruang kantor SDN 11 Tanjung Lokang di manfaatkan sebagai tempat tinggal.
Ada tiga guru yang tinggal dikantor SDN 11 Tanjung Lokang. Antonius Malung Suka dan Guru-guru SDN 11 Tanjung Lokang sangat mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu segera membangun kembali Rumah Dinas guru di Desanya. Selain Rumah Dinas, fasilitas pendidikan di SDN 11 Tanjung Lokang banyak yang perlu dipenuhi pemerintah, karena jika mengandalkan dana BOS tidak cukup.
Kepala Desa Tanjung Lokang, Hermanto membenarkan ada tiga guru yang bertugas ditempatnya tidak memiliki Rumah Dinas guru karena Rumah Dinas mereka sebelumnya sudah rusak parah dihantam banjir.
Sarana dan prasarana sekolah juga banyak yang hancur, seperti buku, meja, kursi dan lainnya. Dengan kondisi seperti itu, pihaknya juga belum bisa berbuat untuk membantu pendidikan diDesanya, karena Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) belum bisa menjangkau kearah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi S. Sos.M.Si mengatakan dengan kondisi rumah guru di Desa Tanjung Lokang yang sangat memprihatinkan karena dampak musibah beberapa bulan yang lalu, tentunya pembangunan ulang itu harus segera dilakukan, saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sedang.
Kendati belum bisa memberikan kepastian kapan pembangunan Rumah Dinas Guru SDN 11 Tanjung Lokang dibangun, namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu berjanji Rumah Dinas guru SDN 11 Tanjung Lokang akan tetap dibangun sambil menunggu dana yang ada.