
Pemerintah Pusat mewacanakan untuk memberlakukankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ke setiap daerah. Untuk memastikan kesiapan untuk menyelenggarakan UNBK tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu mulai menginventarisir SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang dianggap mampu menyelenggarakannya.
Diakui Kusnadi, sekarang ini, UNBK belum bisa diterapkan secara merata ke semua sekolah di Kapuas Hulu. Karena belum didukung oleh perangkat dan fasilitas yang memadai untuk melakukan UNBK tersebut.
Diaktakannya, sekolah harus menyiapkan fasilitas internet dan komputer baru dapat melaksanakan ujian tersebut. “Kalau sekolah tidak siap dengan dukungan sarana Informasi Teknologi (IT) itu,kita tidak bisa memaksakan untuk dilaksanakan, karena ujian menggunakan perangkat komputer ini tidak bisa main-main,” paparnya.
Dijelaskannya, Disdikbud kabupaten/kota diminta pemerintah pusat untuk melaksanakan UNBK dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang ada, terutama berkenaan dengan perangkat yang dibutuhkan. Penyelenggaraan UNBK itu disarankan pula agar menggunakan komputer di kantor-kantor dan sebagainya, namun hal ini sangat sulit dilakukan karena perangkat komputer dikantor-kantortetap digunakan untuk bekerja.
“Untuk itu kami mengaharapkan jika UNBK tersebut wajib diterapkan seluruh sekolah, maka pemerintah pusat juga punya solusi membantu pemerintah daerah menyiapkan perangkatnya. Kalau mengharapkan ke kabupaten semua memang berat, jadi perlu solusi bersama,” tutupnya.(yohanes)