Residen Sariaman, Serawak-Malaysia, Anwar bin Hajidan bersama utusan 19 Kementerian dari Malaysia lainnya mengunjungi Putussibau, Rabu 19 April 2017. Rombongan delegasi Malaysia ini di sambut Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, AM Nasir SH dan Antonius L Ain Pamero SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Ir H Muhammad Sukri dan jajaran, serta perwakilan Kementerina Perhubungan RI di kediaman Dinas Bupati. Kedatangan delegasi Malaysia ini untuk survey jalur tryek bus antar Negara Putussibau (Indonesia)-Kuching (Malaysia).
Bupati Kabupaten Kapuas Hulu AM. Nasir, SH dalam pertemuan itu mengatakan, sebelum ada PLBN Badau, masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu yang mau ke Kuching (Malaysia) harus ke Pontianak terlebih dahulu. Tapi setelah PLBN Badau terbangun oleh Pemerintah Indonesia akses darat ke Malaysia jadi lebih pendek.
"Seperti rombongan delegasi Malaysia yang datang saat ini, berangkatnya siang tadi dan datangnya malam hari ke sini. Tentunya akses darat sudah baik" ujar AM. Nasir.
Masyrakat Serawak (Malaysia) masih serumpun dengan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, atau Kalimantan Barat pada umumnya. Sebab itu di ajaknya delegasi Malaysia untuk sama-sama membangun perekonomian di perbatasan. Mulai dari sektor pasar kerajinan masyarakat, perikanan, sektor wisata dan lainnya.
“Untuk potensi ekonomi, kami di sini ada banyak seperti kerajinan, hasil perikanan baik olahan atau pun ikan hias. Hal ini bisa saling menguntungkan, seperti bahan kerajinan bisa di beli dari Malaysia dan di olah masyarakat Putussibau untuk di jual lagi ke Malaysia” papar AM. Nasir.
Pada sektor wisata, Kabupaten Kapuas Hulu juga di dukung dengan adanya Danau Sentarum, Bukit Tilung, Riam Brunyau dan lokasi lainnya. “Nanti delegasi Malaysia akan di bawa ke Danau Sentarum sebelum kembali ke Negaranya” kata AM. Nasir.
Di sisi lain, AM. Nasir berharap agar delegasi Malaysia mempermudah proses pengesahan lintas batas untuk kendaraan Indonesia dari Kabupaten Kapuas Hulu. “Saya harap dari delegasi ini bisa menyampaikan usul agar chop (pengesahan) lintas batas kendaraan itu bisa di PLBN Badau, jangan hanya di Entikong Kabupaten Sanggau saja. Ini juga kami harapkan bisa di sampaikan perwakilan Kementerian Perhubungan RI yang hadir, untuk di sampaikan ke Pemerintah Pusat” ucap AM. Nasir.
Untuk masalah chop, Residen (Bupati) Sariaman, Serawak-Malaysia, Anwar bin Hajidan, menilai proses tersebut perlu di perbaiki. Sebab itu, dia pun akan menyampaikan permintaan Bupati kepada petingginya di Kuala Lumpur.
"Kalau lewat Badau harus chop di Entikong itu juga saya rasa menyusahkan" tegas Anwar bin Hajidan.
Terkait kunjungan ke Putussibau, Anwar bin Hajidan mengatakan dirinya datang berasama 19 agensi dari Kementerian Malaysia yang terkait Sosek Malindo (Sosial Ekonomi Malaysia- Indonesia). Kedatangan tersebut untuk meninjau jalur darat Sariaman-Lubuk Antu-Badau-Putussibau. “Ini pertama kali melawat di Putussibau untuk melihat jalan yang menghubungkan Putussibau-Badau-Lubuk Antu. Dari segi kilo meter tidak jauh, cuma jalannya sempit membuat bis tidak bisa laju" tegas Anwar bin Hajidan.
Terkait jalan yang menghubungkan Putussibau-Badau-Lubuk Antu di Kabupaten Kapuas Hulu, Anwar bin Hajidan juga mengharapkan agar ada pembangunan pengaman jalan di jalur Putussibau-Badau. “Jalan tidak ada lubang cuma dari segi keselamatan di pinggir jalan kurang, apa lagi banyak yang curam. Hal ini jangan di biarkan berkelanjutan” pinta Anwar bin Hajidan.
Residen (Bupati) Sariaman, Serawak-Malaysia, Anwar bin Hajidan mengaku terkesan, sehubungan dengan penyambutan pihaknya di Putussibau tersebut. Pihak yang menyambut juga begitu banyak.
“Pada kesempatan ini kami juga mengundang rombongan dari Putussibau untuk melawat (berkunjung) ke Kuching. Semoga ini bukan jadi kunjungan yang terakhir, di harapkan ada lanjutan" tutup Anwar bin Hajidan.