Bupati Kapuas Hulu Minta Penyuluh Pertanian Berperan Maksimal


Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu menggelar pertemuan dengan para penyuluh pertanian tingkat Kabupaten, guna mensukseskan swasembada pangan Nasional di Rumah Adat Budaya Melayu Putussibau. Kegiatan yang akan diselenggarakan selama dua hari ini dibuka Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, SH, Senin (9/2/2015) pagi.

Pertemuan ini diikuti 140 tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Kapuas Hulu. Pada pembukaan kegiatan yang bertema "Dengan Pertemuan Penyuluh Pertanian Tingkat Kabupaten Kita Tingkatkan Eksistensi Penyuluh, Guna Mensukseskan Swasembada Pangan Nasional" ini dihadiri Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Ir. H. Muhammad Sukri, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu Drs. Abdurrasyid, MM, dan beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas Hulu mengatakan kegiatan yang merupakan agenda rutin ini harus mendapatkan perhatian khusus. Sebab, peran penyuluh sangat strategis untuk menyukseskan program pertanian di Kabupaten Kapuas Hulu. "Kita sedang fokus di sektor pertanian. Apalagi Kalimantan Barat termasuk salah satu yang menjadi prioritas perluasan pertanian oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Para penyuluh, kata Bupati Kapuas Hulu perlu juga sekali-kali diberikan penyuluhan. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi pertanian kerap berkembang. Begitu pula dengan benih dan hamanya. "Olehkarenanya, penyuluh menjadi ujung tombak di sektor pertanian. Sukses atau tidaknya program pertanian, juga tergantung dari tenaga penyuluh," pungkasnya.

Dijelaskan Bupati Kapuas Hulu, target swasembada pangan secara Nasional harus tercapai pada tahun 2017. Namun untuk komoditi Padi diharapkan dapat dicapai di tahun 2016. Sementara untuk Kabupaten Kapuas Hulu, swasembada Padi ditargetkan akan tercapai tahun 2017. "Untuk target tersebut, saya harapkan penyuluh agar senantiasa meningkatkan semangat kerja dan disiplin guna meningkatkan produksi dan produktifitas usaha secara optimal," kata Bupati Kapuas Hulu.

Kapuas Hulu, kata Bupati memiliki sekitar 150 tenaga penyuluh pertanian. Bila dibandingkan jumlah Desa di Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 278, ini tentu belum sebanding. Akibatnya ada tenaga penyuluh yang merangkap beberapa Desa. "Apabila ada kendala di lapangan, agar penyuluh sampaikan kepada Kepala Dinas. Kepada Dinas harap buat peta capaian-capaian setiap penyuluh. Beri penghargaan kepada tenaga penyuluh yang sukses," pesan Bupati Kapuas Hulu.

Lanjutkan Bupati Kapuas Hulu, total luas area intensifikasi Sawah irigasi, lahan tadah Hujan/Rawa, Lebah, dan areal non Intensifikasi, termasuk lahan kering di Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2014 sebanyak 21.080 hektar. Sementara jumlah produksi sebanyak 52.489 ton Gabah Kering Giling (GKG). Artinya rata-rata produksi padi sebanyak 2,49 ton Gabah Kering Giling (GKG) perhektar. "Ini tentu masih jauh dari harapan, kedepan bagaimana ini bisa ditingkatkan melalui perluasan sawah dan peningkatan produktivitas.

Saya berharap penyuluh senantiasa berada ditempat tugas dalam mendampingi petani meningkatkan produksi pertanian. Berilah motivasi kepada para petani," terangnya.

Menurut Bupati Kapuas Hulu peluang meningkatkan produksi sebenarnya masih bisa ditingkatkan secara optimal, yaitu menjadi 4,5 ton Gabah Kering Giling (GKG)/hektar. Maka akan tercapai produksi padi sebanyak 94.860 ton Gabah Kering Giling (GKG)/herkat. Dengan demikian pada tahun 2017, di Kabupaten Kapuas Hulu dapat tercapai Swasembada pangan. "Kalau saat ini untuk pemenuhan kebutuhan lokal saja, kita masih jauh dari harapan," tukas Kabupaten Kapuas Hulu.

Diungkapkan Bupati Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu saat ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Ini karena, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sedang mengembangkan beras Raja Uncak atau Seluang. Makanya beberapa bantuan pun kerap mengalir untuk pengembangan beras ini. "Bila beras di daerah lain sudah cari pembelinya, tidak dengan beras Seluang. Kadang-kadang kalau kita di Putussibau mau beli beras Seluang harus pesan satu minggu sebelumnya," ucapnya.

Peluang ini, lanjut dia harus bisa dimanfaatkan para petani. Apalagi beras Raja Uncak tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga luar Kapuas Hulu. "Saat ini kita sedang mengurus hak paten beras Raja Uncak. Petani saya harap selalu menjaga kualitas beras ini. Tolong juga kepada penyuluh sampaikan ini kepada ke kelompok-kelompok tani (Poktan)," imbau Bupati Kapuas Hulu.

Melalui penyuluh, Bupati Kapuas Hulu berharap Poktan menggunakan bantuan dari pemerintah dengan sebaik-baiknya dan mesti dipertangungjawabkan. Jangan sampai poktan berurusan dengan hukum. "Karena sebanyak apapun bantuan, tanpa dukungan kelompok tani akan sia-sia," tuturnya.

Kantor penyuluh di Kabupaten Kapuas Hulu, sambung Bupati Kapuas Hulu ada 13 Kantor Penyuluh. Bila dibandingkan Kecamatan sebanyak 23 Kecamatan, ini tentu masih kurang. "Saya harap Kantor yang ada ini dimanfaatkan. Jangan Kantor sering tutup dan tidak dipakai, karena  pembangunanya juga menggunakan dana besar," tutup Bupati Kapuas Hulu. (Yohanes/Dishubkominfo Kab. KH)

Share Post: