
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengantisipasi masalah bencana di Bumi Uncak Kapuas. Akan tetapi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dibentuk ini masih terbentur dengan fasilitas dan sarana pendukung.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Rupinus mengatakan, dalam menanggulangi bencana selama masih terkendala dari sisi sarana dan prasarana operasi dilapangan. Itu membuat jumlah personil yang diberangkatkan untuk menanggulangi bencana itu tidak bisa banyak. "Kendaraan di BPBD ini masih minim, kita masih membutuhkan kendaran oprasional lagi untuk mendukung upaya cepat dalam penanganan bencana di lapangan," ucap Plt Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis 28 Maret 2019.
Terkait dengan personil dalam menanggulangi bencana selama ini tidak ada masalah, sebab pihaknya dibantu oleh TNI-Polri, Tagana maupun dari TNBK. "Yang kita butuhkan itu alat dan kendaraan saja, mengingat masih banyak kekurangan,". Pada Tahun 2019 ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu sudah menyiapkan dana ratusan juta untuk mengantisipasi terjadinya bencana di Kabupaten Kapuas Hulu. "Di Kabupaten Kapuas Hulu musibah setiap tahun yang kita hadapi ialah banjir dan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sementara musibah yang lain seperti longsor, angin kencang dan lainnya itu jarang," papar Plt Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, untuk dana penanggulangan Karhutla itu berbeda sendiri, karena perlu diusulkan terlebih dahulu kepada Pemerintah Pusat. "Kita juga kurang tahu apakah usulan dana untuk penanggulangan Karhutla ini diterima semuanya atau tidak. Apabila Kabupaten Kapuas Hulu ini tidak terjadi Karhutla, pastinya dana yang sudah diberikan Pemerintah Pusat tentunya tidak akan digunakan dan kembali ke kas Negara," tutup Plt Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)