BPBD bersama Kencana Group Region Badau Komitmen Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla


BPBD bertindak selaku Pembina Apel Lapangan dan Narasumber pada kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diadakan oleh Kencana Group Region Badau (PT Buana Tunas sejahtera, PT Sentra Karya Manunggal dan PT Mandala Intan Jaya) bertempat di Club House Seriang Estate PT Buana Tunas Sejahtera Badau, rabu (7/4/2021).

Hadir pada kesempatan itu Sekretaris BPBD Kabupaten Kapuas Hulu Kusnadi, S.Pd, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Drs. Lugit, Kasi Penanggulangan Kebakaran Jayadi. Hadir pula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Manggala Agni Daops Semitau, unsur Muspika Kecamatan Badau, Muspika Kec. Empanang, Kades, Temenggung dan Patih Badau serta pimpinan, manajer, staf dan personil pemadam kebakaran perusahaan Kencana Group Region Badau.

Dalam sambutan apel dan paparan materinya Sekretaris BPBD Kusnadi, menyampaikan pentingnya para pihak bersinergi dan berkolaborasi sesuai dengan perannya masing-masing dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

“Upaya pencegahan dan mitigasi resiko Karhutla harus menjadi prioritas sesuai 6 poin arahan Bapak Presiden Joko Widodo pada rakornas virtual Penanggulangan Bencana tanggal 22 Februari 2021 melalui sosialisasi, edukasi dan pemahaman akan bahaya Karhutla hingga ke tingkat tapak/desa dengan melibatkan Babinsa, pengurus Desa, pengurus Adat dan tokoh penting dan tokoh berpengaruh lainnya di masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya  ia mengatakan bahwa Perbup 51/2021 memiliki spirit melindungi petani tradisional dan  mengakomodir kearifan lokal dimana dalam pembukaan lahan pertanian masih dilakukan dengan ladang berpindah dan dengan cara bakar, namun pembukaan lahan tanpa bakar lebih dianjurkan.

“Sekalipun Pemerintah membolehkan pembukaan lahan dengan cara bakar tetapi terlebih dahulu harus memenuhi beberapa persyaratan secara ketat seperti melapor pada Kades 7 hari sebelum jadwal bakar, maksimal 2 ha/KK, membuat sekat bakar 2-4 meter sepanjang batas lahan bakar, bergotong royong dan bergiliran dalam mengawasi lahan bakar agar api tidak merembet ke luar lahan, pemberitahuan pada pemilik lahan yang berbatasan sebelum pembakaran, pembakaran di mulai dari ujung tepi lahan yang berlawanan dengan arah angin serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lahan,’ tegasnya.

Sementara itu pihak perusahaan yang mewakili RC Kencana Group Region Badau Erwin menyampaikan bahwa perusahaan sangat concern dan komitmen terhadap upaya pencegahan Karhutla sehingga berkewajiban melakukan Sosialisasi dan Pelatihan Karhutla sebagai bentuk kepatuhan atas hukum yang berlaku di NKRI dan merupakan kewajiban bersama untuk menjaga lingkungan dan lahan agar tidak terjadi Karhutla.

Plt. Camat Badau Edy Suharta dalam sambutannya mengajak untuk bersama melawan Karhutla dan  Covid-19 secara bersamaan dimana masyarakat agar tetap waspada dan disiplin menerapkan 5 M.

Edy Suharta berharap agar setiap desa memiliki alat pemadam kebakaran melalui Dana Desa karena alat tersebut tidak hanya untuk kebakaran hutan dan lahan tetapi juga untuk antisipasi kebakaran pemukiman/rumah panjang.

“Sanksi terhadap mereka yang melakukan pembakaran hutan secara tak terkendali sesungguhnya juga telah di atur oleh hukum adat seperti denda Rp. 35.000 untuk setiap batang karet yang dilalap api,” ungkap Kepala Desa Kekurak Kec. Badau.  Dengan demikian produk hukum negara dan kearifan lokal yang di atur melalui hukum adat sesungguhnya tidaklah bertentangan.

Oleh karena itu kedepannya masyarakat haruslah menjadi subyek dan bukan sebagai obyek dalam pencegahan dan penanganan Karhutla sehingga Pemerintah berperan sebagai pengawas, pembimbing dan pembina serta pendamping masyarakat dalam perubahan mindset /perilaku dari pembukaan lahan dengan cara bakar ke tanpa bakar melalui sentuhan teknologi kata Ade Arif Kadaops Manggala Agni Semitau. (KS)

Share Post: