Antisipasi Penyebaran Rabies, Bupati Kapuas Hulu Gelar Rapat


Setelah menerima surat dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat tertanggal 2 Pebruari 2015 Nomor 524/97/VII-b/02.15 perihal Kewaspadaan Terhadap Rabies. Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH langsung menggelar rapat dengan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pihak Polres Kapuas Hulu, Selasa (3/2/2015) pagi di alua pertemuan kantornya.

Bupati Kapuas Hulu menuturkan dalam surat tersebut dipaparkan bahwa di Kabupaten Melawi dan Ketapang sudah Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Rabies. Kemudian dari data Balai Veteriner Banjar baru bahwa beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat sedang mengalami wabah Rabies. Sementara ada beberapa Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu yang berbatasan langsung dengan Kecamatan tertular Rabies yang ada di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. “Ini artinya Kapuas Hulu terancam terjadi penyebaran penyakit Rabies itu,” ucap Bupati Kapuas Hulu.

Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu diminta untuk meningkatkan Sosialisasi tentang Rabies serta penanggulangannya dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain-lain. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu diminta mengeluarkan Intruksi Bupati perihal penutupan lalu lintas Hewan Penular Rabies (HPR) dari dan ke wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dan ditindaklanjuti dengan Keputusan Desa. Selanjutnya melaksanakan vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) terutama Anjing. Ini didahului dengan pendataan Hewan Penular Rabies (HPR), terutama di daerah yang berbatasan dengan daerah tertular. “Selain itu, kita diminta untuk mengelimasi (membunuh) Anjing liar dan diliarkan yang tidak bertuan dengan memperhatikan kaidah kesejahteraan Hewan serta dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan Polres. Kemudian dihimbau apabila ada warga yang digigit Anjing agar segera melapo ke Puskesmas dan Camat untuk selanjutnya diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) sebagaimana mestinya,” terang Bupati Kapuas Hulu.

Walaupun selama ini sebagai zona bebas atau aman Rabies, lanjutnya, Kabupaten Kapuas Hulu pada tiga tahun lalu telah membentuk Tim antisipasi. Melalui Tim ini, Bupati Kapuas Hulu meminta agar segera melakukan sosialisasi penyakit Rabies, terutama di daerah yang berbatasan dengan wilayah wabah Rabies. Selain itu, Sosialisasi melalui Radio juga perlu dilakukan. “Terlebih dahulu kita akan melakukan pemetaan dimana-mana saja rawan terjadi penyebaran Rabies tersebut.  Selama diharapkan tim membuat langkah-langkah yang telah dilakukan secara tertulis,” tegas Bupati Kapuas Hulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanaian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu Drs. Abdurrasyid, MM menuturkan setelah instruksi Bupati keluar, maka harus ditindaklanjuti Kepala Desa (Kades) dengan membuat keputusan Desa.

Dalam keputusan Desa tersebut minimal harus memuat tujuh hal. Pertama, larangan keluar-masuk Anjing dan Hewan Penular Rabies (HPR) lainnya dari dan atau ke Desa yang bersangkutan. Dua, mewajibkan kepada seluruh pemilik Hewan Penular Rabies (HPR) agar mendaftarkannya kepada Kepala Desa (Kades). Tiga, pemilik anjing diliarkan bertangungjawab biaya pengobatan dan denda (hukum Adat). Empat, melaksanakan vaksinasi disertai dengan registrasi kepemilikan Hewan Penular Rabies (HPR), kartu vaksinasi dan memberikan tanda vaksinasi. Lima, eliminasi anjing liar dan diliarkan tanpa adanya ganti rugi. Enam, melaksanakan Sosialisasi dengan melibatkan pemuka Adat, pemuka Agama dan lain-lain.  “Dan tujuh, mewajibkan lapor ke Kepala Desa (Kades) apabila terjadi gigitan Anjing dan Hewan Penular Rabies (HPR) lainnya,” ujar Kepala Dinas Pertanaian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu.

Dikatakan Kepala Dinas Pertanaian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu, Tim akan segera melakukan Sosialisasi sebagaimana intruksi Bupati. Bahkan semakin cepat Sosialisasinya, maka akan lebih baik. Sebab, walaupun belum ditemukan kasus Rabies, namun Kapuas Hulu masuk line satu rawan penyakit menular tersebut. “Kita pun sebenarnya telah dijanjikan bantuan 100 vaksin untuk Anjing oleh Provinsi,” tutur Kepala Dinas Pertanaian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas Hulu.

Rapat antisipasi masalah Rabies ini dihadiri, Waka Polres Kapuas Hulu Kompol Mario beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Drs. Abdurrasyid, MM, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. H. Harisson, MKes, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Marcellus, SSos, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Drs. Abdullah Usman, MM, Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro dr. Brounly Star Rey, MPH, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaa Keuangan dan Aset Daerah Drs. Mohd Zaini, MM, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Dini Ardianto, SIP, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Petrus Kusnadi, S.Sos., MSi, Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Martha Banang, S.H., MM, dan lainnya. (Yohanes/Dishubkominfo Kab. KH)

Share Post: