Akses Perhubungan Kapuas Hulu Sudah Lengkap


Puluhan tahun lalu Kabupaten Kapuas Hulu sangat terpencil. Akses ke Kabupaten ujung timur Kalbar ini sangat terbatas, hanya transportasi air yang menjadi andalan. Namun semenjak hadirnya kebijakan Pemerintah Pusat terkait otonomi daerah, peningkatan pembangunan di Kapuas Hulu semakin pesat. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pemero, SH saat menghadiri Rakornis Perhubungan se Kalbar, di Aula Setda Kapuas Hulu, Senin 16 April 2018.

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pemero, SH menceritakan, bahwa dirinya sempat merasakan masa dimana Kapuas Hulu terbatas akses perhubungannya. Hanya transportasi sungai yang dapat membawa masyarakat masuk ke Bumi Uncak Kapuas. “Saya pertama masuk ke Kapuas Hulu sebagai seorang birokrat pada Tahun 1985. Dari Pontianak ke Sintang saya naik bus kayu selama dua hari dua malam. Dari Sintang lanjut lagi perjalanan air satu malam baru sampai ke batas Sintang-Kapuas Hulu, yaitu Nanga Silat. Saya tugas di Nanga Silat waktu itu,”. Wakil Bupati Kapuas Hulu menuturkan, sekarang Kapuas Hulu adalah yang terdekat dengan kota Pontianak. Cukup satu jam sudah bisa sampai di pusat kota Provinsi Kalbar. Ini semua karena sektor perhubungan di Kapuas Hulu sudah terbangun baik, itu juga tidak terlepas dari kinerja Gubernurnya. “Kita mau pakai maskapai apa tinggal pilih, karena di Kapuas Hulu ada tiga pesawat yang bisa kita pakai, dari segi waktu efektif dan biaya juga sudah murah. Kami sangat bahagia, Kapuas Hulu bukan lagi dicap (di anggap) sebagai tempat buangan karena dulu terbatas dari sektor perhubungan,” papar  Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Terkait pemenuhan kebutuhan masyarakat, Wakil Bupati Kapuas Hulu mengatakan, sudah tidak jadi permasalahan, karena dukungan sektor perhubungan yang baik. Masyarakat tinggal memilih mau cepat atau lambat, bisa pakai expedisi darat yang cukup satu hari, kalau mau barang banyak ada transportasi sungai, mau cepat tapi agak mahal kirim lewat udara. “Mungkin pembangunan kami jauh tertinggal dari Singkawang dan Pontianak, tapi dengan perhubungan yang baik kami akan terus kejar pembangunan ke arah lebih baik.  Perhubungan sangat berdampak terhadap pembangunan daerah,”. Dalam memaksimalkan pembangunan di bidang perhubungan, sangat penting untuk menyingkronkan program, mulai dari daerah hingga Pusat. Untuk Kapuas Hulu sendiri ada beberapa akses yang mesti dilanjutkan pembangunannya, seperti pelabuhan di Jongkong. “Kemudian ada lampu lalu lintas yang tidak hidup, itu perlu diperhatikan agar tidak sekedar jadi hiasan saja, apalagi Putussibau sudah mulai padat kendaraan,” tegas Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Berikutnya rambu-rambu transportasi darat dari Kecamatan Silat Hilir sampai Puring Kencana, yang panjang jalannya kurang lebih 500an km. “Jalan dari Silat Hilir sudah mulus sampai Badau tapi ini perlu perhatian rambu-rambu karena jalannya ada yang sempit, berbukit dan cukup banyak tikungan tajam,”. Selain itu Kapuas Hulu juga belum ada tenaga KIR (Staff Penguji Layak Jalan bagi Kendaraan Umum dan Pribadi). Jadi selama ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kapuas Hulu masih bekerjasama dengan Dishub Kabupaten Sintang terkait KIR.  “Kami juga perlu ada peningkatan SDM, ini tentunya dapat dilaksanakan melalui diklat. Untuk itu kami sudah MoU dengan Sekolah Transportasi di Bekasi,” tutup Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Share Post:

BERITA POPULER