132 Calon Jemaah Haji Kapuas Hulu Siap Jalani Ibadah di Tanah Suci


Sebanyak 132 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kapuas Hulu akan diberangkatkan ke Arab Saudi untuk menjalani ibadah Haji. CJH Kapuas Hulu yang tertua berusia 76 tahun dan termuda umurnya 24 tahun.

Kepala Kantor Kemenag Kapuas Hulu, H. Muhammad Khusyairi Husman S.Ag.M.Si, meyakini tidak ada kendala adminsitrasi yang akan membatalkan keberangkatan Calon Jemaah Haji asal Bumi Uncak Kapuas. “Secara administrasi dan kesehatan insyaAllah Calon Jemaah Haji Kapuas Hulu tidak ada masalah. Selama ini belum ada yang jemahaan kita yang dipulangkan,” tegasnya, Jumat 04 Agustus 2017. Kepala Kantor Kemenag Kapuas Hulu mengatakan, Calon Jemaah Haji Kapuas Hulu dijadwalkan berangkat ke Pontinaka pada hari Senin 07 Agustus 2017 ini, mereka berangkat menggunakan Bus puku 08.00 WIB. Sebelum berangkat mereka kumpul dulu di Masjid Darusalam Putussibau. “Sampai di Pontianak mereka menginap di rumah pribadi Bupati, kemudian tanggal 10 baru ke asrama haji,” kata Kakan Kemenag Kapuas Hulu.

Selanjutnya tanggal 11, Calon Jemaah Haji tersebut berangkat ke Batam, Kepulauan Riau, sekitar pukul 10.45 WIB. Mereka akan dilakukan pemeriksaan ulang, baru diberikan lifing cost dan id card. Kemudian pada pukul 18.00 WIB, mereka langsung berangkat ke Madinah. “Penerbangan mereka ke Madinah sekitar 9 jam,” kata Khusyairi. Setibanya di Madinah, Calon Jemaah Haji akan melaksanakan rangkaian kegiatan selama 8 sampai 9 hari, itu mencakup sholat empat puluh waktu di Masjid Nabawi, baru ke Mekah untuk tawab, sai, umrah, sholat lima waktu, zikir, ngaji serta berdoa. “Diperkirakan mereka pulang sekitar bulan September ini, karena perjalanan suci haji itu 42 hari," paparnya. Untuk berangkat haji, kata Khusyairi dana perorangnya berkisar Rp 33 juta. Dana itu dapat diangsur secara bertahap. Terkait masa tunggu haji kurang lebih sampai 14 tahun kedepan, sampai 2031. “Jumlah yang mendaftar untuk haji ada 1600an," tuturnya.

Sejauh ini tidak dibatasi siapa yang mau daftar haji. Hanya saja mereka yang sudah haji dan mau daftar haji lagi, mereka harus tunggu sudah 10 tahun setelah ibadah haji sebelumnya. "Saya himbau jemaah haji Kapuas Hulu agar jalani ibadah dengan baik, tidak boleh jidal, rafas dan fasik. Kalau sudah selesai ibadah Haji, jaga kemabrurannya agar memberi manfaat pada masyarakat di sekitarnya," pesan Khusyairi. Disinggung terkait jemaah haji Kapuas Hulu yang meninggal di Arab Saudi, kata Khusyairi itu memang pernah terjadi. “Memang ada yang pernah meninggal saat ibadah dan memang dimakamkan di Arab Saudi, sudah aturannya begitu,” tutup Kakan Kemenag Kapuas Hulu.

Share Post:

BERITA POPULER