UPT BI Siap Mendukung Alih Teknologi Program Budidaya Ikan Semah di Kapuas Hulu

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Roni Januardi S.Sos.,M.Si sangat antusias dalam mendukung program kampung semah di Kapuas Hulu. Untuk itu UPT BI sudah disiapkan untuk mendukung alih teknologi dari Balai Besar pembenihan Ikan Air Tawar Mandi Angin KalSel.

Dalam hal ini Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kalbar (nomor 2 dari kiri) bersama Kepala Balai Besar pembenihan Ikan Air Tawar Mandi Angin KalSel pada Kementrian Kelautan Dan Perikanan, sedang melakukan inspeksi untuk menilai kesiapan instalasi pembenihan pada UPT Benih Ikan milik Dinas Perikanan Kab.Kapuas Hulu (18/4/2021). Inspeksi ini adalah bagian dari survey  calon lokasi pada program pembangunan kampung budidaya ikan semah di Kapuas hulu yang telah di lakukan satu hari sebelum nya di Dusun Potan Desa Tanjung Lasa Kecamatan Putussibau Utara khususnya di sungai sibau.

Keberadaan  intalasi pembenihan lokal ini ,sangat berpengaruh terhadap kesuksesan pengembangan kampung budidaya ikan semah di masa masa yang akan datang. Hal ini di sebabkan bahwa usaha pembesaran ikan budidaya sangat bergantung dari ketersediaan bibit ikan yang dapat di pasok secara terus menerus. Pasokan benih ikan dalam usaha pembesaran ikan yang dilakukan baik oleh masyarakat/ pengusaha semah selama ini, hanya bergantung dari alam.

Kondisi ketergantungan benih ikan semah semata mata dari alam ini, tentu saja tidak dapat diandalkan. Untuk  menjaga dan meningkat  produksi usaha budidaya ikan semah di satu sisi dan kelestarian ikan di alam ( melalui restoking ) sangat bergantung dari kemampuan balai benih dalam produksi benih ikan ini secara masif dan terus menerus.

Dari hasil survey oleh tim dari Kementrian dan Dinas Perikanan Provinsi tersebut di ketahui bahwa sarana /prasarana dan ketersediaan indukan ikan semah sudah cukup siap. Ikan semah yang tersedia, memang induk ikan semah dari jenis ikan semah yang paling laku di pasar ekspor, yaitu semah yang harga perkilogram nya ( khusus yg beratnya antara 3- 5 kg) di pasaran lokal di hargai Rp. 1.300.000. rata rata usia ikan telah di pelihara selama 6 tahun. Di pelihara sejak ukuran 8- 12 cm dan sekarang sudah dibatas 30 cm dengan berat antara 3-5 kg.

Setelah di evaluasi tingkat kematangan seksualnya ( kanulasi pada ikan betina dan strepping pada ikan jantan) maka dapat diperkirakan kematangan nya adalah ; kuantitas sperma ikan jantan di nilai cukup siap untuk pemijahan. Kematangan gonad untuk ikan betina akanndi capai 2 bulan lagi. Setelah 2 bulan maka ikan diperkirakan siap untuk dilakukan pemijahan secara intensif.

Terkait dengan pemijahan tersebut, staf ahli pemijahan ikan semah dari Balai Besar Mandi Angin Kalsel akan siap datang ke balai guna membantu/ melatih pemijahan kepada para pegawai balai benih ikan kelansen.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Roni Januardi S.Sos.,M.Si berharap agar proses alih teknologi pemijahan ikan semah kepada pegawai d balai benih ini dapat berlangsung secara optimal dan terencana. Oleh karena itu Dinas Perikanan akan mengusahakan adanya kerjasama dalam pelatihan pemijahan ikan semah ini di anggaran dinas pada tahun 2022.

Share Post: