Dorong Pelajar Untuk Tetap Melanjutkan Pendidikan

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebabkan dunia pendidikan terganggu, pembatasan sosial mengakibatkan pendidikan dan pembelajaran kepada para pelajar tidak maksimal. Bahkan selama pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia meningkatkan angka putus sekolah di kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, hal tersebut dilatarbelakangi faktor ekonomi serta nikah dini .

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menuturkan keprihatinannya terhadap cukup banyak pelajar yang putus sekolah di Kapuas Hulu. Hal tersebut memang disebabkan multi efek dari pandemi Covid-19. “Pendampingan dan bimbingan terhadap pelajar atau anak-anak harus lebih diperhatikan oleh para orang tua, anak-anak harus tetap belajar di rumah dan para orang tua mesti inten berkomunikasi dengan para guru untuk pemberian pembelajaran pada anak-anak,” tegasnya, Kamis (21/1/2021).

Kusnadi menagakan dampak Covid-19 terhadap dunia pendidikan sangat luar biasa. Sebetulnya tidak ada alasan putus sekolah karena biaya, khususnya bagi yang bersekolah di sekolah negeri. Hal itu dikarenakan sekolah negeri tidak dipungut biaya. “Tugas terpentingnya agar mendorong anak-anak agar semangat belajar dan tidak putus sekolah,” tuturnya.

Hingga saat ini, kata Kusnadi, seluruh satuan pendidikan di Kapuas Hulu belum menerapkan belajar tatap muka, sebab pandemi Covid-19 belum berakhir dan ada surat Gubernur Kalimantan Barat yang belum memperbolehkannya. Pembelajaran masih tetap dengan pola Dalam Jaringan (Daring) atau Luar Jaringan (Luring), pola pembelajaran tersebut diserahkan kepada Satuan Pendidikan masing-masing untuk menentukan penerapannya, sebab disesuaikan dengan keadaan daerah. “Kami serahkan keputusan untuk pola pembelajaran itu ke sekolah atau satuan pendidikan masing-masing, intinya agar pembelajaran tersebut tetap bisa dilakukan seluruh siswa-siswi. Bagi siswa yang tidak bisa Daring, karena kesusahan kota atau jaringan, mereka bisa ambil tugasnya ke guru di sekolah, intinya pelajar kita harus tetap belajar,” ujar Kusnadi.

Tak luput, Kusnadi menghimbau kepada para guru yang masih beraktivitas di sekolah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Demikian pula bagi para pelajar yang terpaksa belajar di sarana publik untuk dapat akses internet. “Semua harus tetap gunakan masker, jaga jarak dan gunakan hand sanitizer atau cuci tangan dengan sabun di air mengalir. Biasakan diri dengan penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19,” tuntasnya. (Yohanes)

Share Post: