Dinas Perikanan Monitoring Kelompok Pengolah Ikan Di Desa Bunut Tengah


Kecamatan Bunut Hilir sudah terkenal dengan produk hasil olahan ikan. Sentra pengolahan terbanyak ada di Desa Bunut Tengah, Bunut Hulu dan Desa Bunut Hilir. Tidak dipungkiri kualitas hasil olahan baik kerupuk basah, kerupuk kering hingga ikan asap sudah terkenal dimana-mana. Sehingga sudah sepatutnya mendapat bantuan dari Dinas terutama Dinas Perikanan yang menangani hal tersebut.

Desa Bunut Tengah salah satunya, mendapat bantuan dari Dinas Perikanan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2020. Bantuan tersebut berupa sarana pengolah hasil perikanan seperti freezer, mesin pengiling ikan serta alat produksi lainnya.

Kepala Sub Bagian Dety Putri Sari,S.Pi selaku ketua tim meninjau langsung ke kelompok Sekaban Jaya di Desa Bunut Tengah(4/4/2021). Setelah melihat sarana prasarana yang dibantu juga melakukan wawancara langsung dengan anggota kelompok.

Anggota kelompok Sekaban Jaya mengucapakan terima kasih kepada Dinas Perikanan karena peralatan yang diberikan sangat bermanfaat dan merupakan barang-barang yang dibutuhkan anggota. Terutama freezer sangat membantu anggota karena kelompok karena bisa menyimpan ikan segar maupun produk olahan dalam jumlah yang banyak.

Diwaktu yang sama, tim monitoring juga melakukan kunjungan ke Danau Siawan Pontu melihat kegiatan pengolahan ikan. Hampir 100 persen nelayan yang ada di danau tersebut adalah warga Desa Bunut Tengah. Aktivitas ibu-ibu nelayan melakukan pengolahan ikan seperti ikan asap, kerupuk kering, kerupuk basah dan ikan asin. Hasil olahan tersebut selanjutnya dijual ke Nanga Bunut dan Nanga Embaloh Kec. Embaloh Hilir.

Dety menambahkan kedepan melalui program Dinas Perikanan, hasil olahan dapat di pasarkan hingga keluar Kalimantan. Karena Dinas Perikanan juga memiliki program pengolahan hasil perikanan dan penguatan daya saing. Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi terutama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Melalui dana-dana alokasi khusus (DAK) maupun umum (DAU) kelompok dibina yang masih pemula bisa menjadi mandiri.

Share Post: