CEGAH KARHUTLA, FORKOMPIMCAM SUHAID LAKUKAN PEMETAAN TITIK RAWAN


Laporan KIM Entugan Hulu
A. Hartawansyah Praniansyah

Informasi Suhaid. Forkompimcam Suhaid dalam melakukan upaya pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Suhaid salah satunya melalui pemetaan wilayah rawan.

Menurut Camat Suhaid, Joko Kusmanto SH mengatakan kabut asap dari karhutla berdampak pada semua sektor.

” Terkait dengan kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ), kabut asap tebal yang ditimbulkan tersebut yang kerap terjadi memang sangat dirasakan dampaknya, baik oleh masyarakat, pemerintah maupun dari segi kesehatan, pendidikan, dunia usaha dan pelayan publik.” Ungkapnya kepada KIM Entugan Hulu. Kamis (25/6).

Selain itu jelas Joko, Forkompimcam terus melakukan sosialisasi, monitoring dan pemetaan kembali daerah daerah rawan karhutla.

” Seperti kita yakini bersama bahwa 90% keatas penyebab dari kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh aktifitas manusia baik pada saat membuka lahan dengan cara membakar dan atau akibat kecerobohan masyarakat dalam menggunakan api pada saat mencari ikan. DiKecamatan suhaid, berdasarkan data yang ada pada tahun 2019 terdata mempunyai 45 Hotspot yang tersebar di beberapa desa, terkait persoalan tersebut dan berdasarkan hasil koordinasi antara forkompimcam suhaid dengan instansi terkait maka Satgas Karhutla Kecamatan Suhaid berusaha untuk lebih meningkatkan upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan dan penanggulan Karhutla khususnya dalam wilayah Kecamatan Suhaid seperti melakukan sosialisasi, monitoring, pemetaan kembali daerah daerah rawan karhutla, pengaktifan Posko dan penguatan peran MPA dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Disamping itu peran perkebunan kelapa sawit yang ada untuk bersama-sama dalam hal ini juga akan kita tingkatkan.” Jelasnya.

Fenomena kebakaran hutan dan lahan disetiap tahun utamanya pada saat memasuki musim kemarau menjadi sebuah persoalan yang rutin dan dilematis yang selalu dihadapi, baik itu oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

Share Post: