Menu Utama
Home
Selayang Pandang
Sejarah
Data Pokok
Geografi
Agama
Pendidikan
Perekonomian
Kebudayaan
Pemerintahan
Eksekutif
Legislatif
Kecamatan
Program Kerja
Program Kerja
RPJMD
Kontak Kami
Hubungi Kami

 

Link terkait

 

 

 

 
 

SeJarah Kapuas Hulu


SEJARAH PEMERINTAHAN KABUPATEN KAPUAS HULU

Berdasarkan Undang-undang Darurat nomor 3 tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan, maka pada tanggal 13 Januari 1953 terbentuk Kabupaten Daerah Tingkat II Kapuas Hulu dengan ibukota Putussibau. Bupati pertama yang menjabat adalah JC. Oevang Oeray (1951-1955), berikut dilanjutkan oleh Anang Adrak (1955-1956).

Daftar Kepala Daerah/Pemerintahan
Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 1951 - 2008

No

NAMA

JABATAN

MASA BHAKTI

1.

J.C. OEVANG OERAY

WK. WEDANA

1951

2.

J.C. OEVANG OERAY

ACT. BUPATI

1951

3.

ANANG ADRAK

BUPATI

1951 – 1955

4.

J.C. RANGKAP

PATIH / ACT.BUPATI

1956

5.

RM. SOETOMO K. KUSUMO

BUPATI

1956 – 1957

6.

ADE M. DJOHAN

BUPATI

1957 – 1959

7.

G.M. SALEH

PATIH / PD. BUPATI

1957 – 1959

8.

J.R. GILING

PD. BUPATI KDH

1959 – 1960

9.

ANASTASIUS SYAHDAN

BUPATI KDH

1965 – 1967

10.

ABANG SYAHDANSYAH

- Sda -

1967 – 1975

11.

H. M. ALI AS, SH

- Sda -

1975 – 1980

12.

A. SATIF

- Sda -

1980 – 1985

13.

Drs. H.A.M. DJAPARI

- Sda -

1985 – 1990

14.

Drs. H.A.M. DJAPARI

- Sda -

1990 – 1995

15.

JACOBUS F. LAYANG BA. SH

- Sda -

1995 – 2000

16.

Drs. H. TAMBUL HUSIN

Kepala Daerah

2000 – 2005

17.

Drs. H. BUNYAMIN SOLIHIN

Penjabat Bupati

2005

18.

Drs. H. TAMBUL HUSIN

Kepala Daerah

2005 – Skrg

 

SEJARAH KAPUAS HULU PADA ZAMAN BELANDA

Sejumlah pegunungan yang membentang di Kabupaten Kapuas Hulu, serupa Schwaner dan Muller, ternyata diabadikan dari nama sejumlah pelaku ekspedisi berkebangsaan asing pertengahan abad XIX di daerah itu.

Wilayah perbatasan antara Kapuas dan Mahakam merupakan salah satu wilayah yang paling terpencil di Borneo. Di sebelah timur, daerah Mahakam Hulu, yang terisolasi oleh jeram-jeram yang sangat berbahaya, di mana suku Kayan-Mahakam, suku Busang termasuk sub suku Uma Suling dan lain-lain serta suku Long Gelat sebuah sub suku dari Modang menempati daratan-daratan yang subur, sedangkan suku Aoheng mendiami daerah berbukit-bukit. Di sebelah barat, daerah Kapuas Hulu dengan kota niaga kecil Putussibau, dikelilingi oleh desa-desa Senganan, Taman dan Kayan. Lebih ke hulu lagi, dua desa kecil Aoheng dan Semukng. Di antara keduanya, sebuah barisan pegunungan yang besar mencapai ketinggian hampir 2000 meter didiami oleh suku nomad Bukat atau Bukot dan Kereho atau Punan Keriu, serta suku semi nomad Hovongan atau Punan Bungan.

Orang asing pertama yang mencapai dan melintasi pegunungan ini adalah Mayor Georg Muller, seorang perwira zeni dari tentara Napoleon I yang sesudah Waterloo masuk dalam pamongpraja Hindia Belanda. Mewakili pemerintah kolonial, ia membuka hubungan resmi dengan sultan-sultan di pesisir timur Borneo. Pada tahun 1825, kendati Sultan Kutai enggan membiarkan tentara Belanda memasuki wilayahnya, Muller memudiki Sungai Mahakam dengan belasan serdadu Jawa. Hanya satu serdadu Jawa yang dapat mencapai pesisir barat. Berita kematian Muller menyulut kontroversi yang berlangsung sampai tahun 1850-an dan dihidupkan kembali sewaktu-waktu setiap kali informasi baru muncul. Sampai tahun 1950-an pengunjung-pengunjung daerah itu pun masih juga menanyakan nasib Muller.

Bahkan sampai hari ini hal-hal sekitar kematian Muller belum juga terpecahkan. Diperkirakan Muller telah mencapai kawasan Kapuas Hulu dan dibunuh sekitar pertengahan November 1825 di Sungai Bungan, mungkin di jeram Bakang tempat ia harus membuat sampan guna menghiliri Sungai Kapuas. Sangat mungkin bahwa pembunuhan Muller dilakukan atas perintah Sultan Kutai, disampaikan secara berantai dari satu suku kepada suku berikutnya di sepanjang Mahakam dan akhirnya dilaksanakan oleh sebuah suku setempat, barangkali suku Aoheng menurut dugaan Nieuwenhuis. Karena Muller dibunuh di pengaliran Sungai Kapuas, dengan sendirinya sultan tidak dapat dituding sebagai pihak yang bertanggungjawab. Bagaimanapun, ketika ekspedisi Niewenhuis berhasil melintasi daerah perbatasan hampir 70 tahun kemudian, pada hari nasional Perancis tahun 1894, barisan pegunungan ini diberi nama Pegunungan Muller. Menjelang pertengahan abad XIX, Belanda telah berhasil menguasai daerah-daerah.


 

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu

Arti lambang
 

Antar Kita
 

Copyright@2008 Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu

www. kapuashulukab.go.id e- Mail : dishub_kominfo@kapuashulukab.go.id