Di dataran DAS (Daerah Aliran Sungai) tidak ditemukan endapan baik dari strata tersier muda maupun tersier menengah. Endapan-endapan tebal ini merupakan endapan-endapan kuarter muda mengelilingi bagian-bagian dalam yang bersifat metamorf dan granit yang tersisa, membentuk sebagian besar teras-teras di daerah ini. Endapan ini berasal dari granit yang kaya vulkanik, banyak terdapat di wilayah pegunungan yang bersebelahan dataran ini. Di bagian Barat endapan yang berasal dari campuran bahan–bahan sungai, estuari dan laut dengan tekstur yang bervariasi dari yang halus hingga kasar. Sedangkan endapan organik yang dominan adalah gambut yang mengisi bagian permukaan, cekungan dan lembah-lembah sempit yang menembus pinggiran teras.
Endapan-endapan baru dari jaman Kuarter dan Pleistosen ditemukan di daerah pegunungan di perhuluan sungai Kapuas, sungai Mentebah, Sungai Boyan, Silat Hulu dan Bunut Hilir dengan tekstur dominan pasir-pasir kuarsa yang tidak konsolidasi. Endapan-endapan ini tetap membentuk teras yang letaknya rendah, demikian juga di cekungan DAS Kapuas, endapan-endapan alluvial muda menempati dataran-dataran banjir, endapan ini berasal dari rangkaian pegunungan yang mengandung batu pasir dengan proporsi tinggi dan didominasi oleh endapan yang berasal dari bahan silica, pasir dan lempung.
Di daerah pegunungan Kapuas Hulu, batuan utama diduga berupa geneis, sekis, fisit, kuarsit, andesit dan basalt. Batuan-Batuan ini terdapat sebagai blok-blok terpatah-patah yang membentang seluas 1 Km2, sampai pada potongan-potongan yang tersusun seperti genting yang berukuran hanya beberapa meter persegi.
Beberapa batuan beku yang diantaranya berasal dari zama pra tersier dari masa kapur yang mendasari Daerah Aliran Sungai Kapuas Hulu. Batuan ini meliputi granit biotit yang pucat dan berbutir sedang, basalt dan gabbro yang berperan sebagai Topografi yang sangat kuat.