Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak menggelar sosialisasi obat dan makanan illegal kepada pelajar di Kapuas Hulu. Kegiatan tersebut diadakan di gedung Paroki Putussibau, Senin 11 Desember 2017. Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kapuas Hulu, Ir. Muhammad Sukri. Sekretaris Daerah Kapuas Hulu, Ir. Muhammad Sukri menegaskan,  kegiatan yang dilakukan oleh BBPOM Pontianak dapat memberi pemahaman kepada generasi muda, agar generasi muda Kapuas Hulu tidak terjerumus dalam pengaruh obat-obatan terlarang dan makanan illegal. “Karena mereka ini (pelajar) kedepannya akan menjadi pemimpin daerah Kapuas Hulu. Maka kami pun tidak mau mereka terjerumus kedalam obat dan makanan terlarang,” ungkap Sekretaris Daerah Kapuas Hulu.

Menurut Sekretaris Daerah Kapuas Hulu, apa yang dilakukan oleh BBPOM Pontianak ini sangat baik, karena mereka sudah memberikan pemahaman jauh hari terkait bahaya obat dan makanan illegal. Selain itu juga Sekretaris Daerah Kapuas Hulu mengharapkan, BBPOM Pontianak ini dapat melakukan penelitian terhadap makanan yang beredar diperbatasan, apakah layak untuk dikonsumsi atau tidak. Begitu juga dengan makanan yang ada di kantin sekolah, BBPOM harus memeriksanya jangan sampai ada masyarakat yang mengalami keracunan dan sebagainya. “Jangan sampai ada korban, baru BBPOM berbuat,” tegas Sekretaris Daerah Kapuas Hulu.

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, dr. Harisson, M.Kes menambahkan, saat ini memang banyak sekali obat-obatan yang disalahgunakan oleh masyarakat. “Jika masyarakat secara terus-menerus menyalahgunakan obat tersebut akan merusak kesehatan mereka,”. Maka dari itu kata Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, pihaknya menyambut baik kegiatan BBPOM Pontianak ini yang telah mensosialisasikan terkait obat dan makanan illegal ini kepada pelajar di Kapuas Hulu. “Paling tidak dengan kegiatan ini, para pelajar sudah tahu mana makan dan obat-obatan terlarang yang tidak boleh dikonsumsi. Sehingga mereka dapat menjaga dirinya,” tutup Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu.

Kepala BBPOM Pontianak, Corry Panjaitan mengatakan, Kapuas Hulu merupakan daerah yang kelima diadakan sosialisasi ini. Sebelumnya sudah ada empat Kabupaten Kota yang sudah disosialisasikan mengenai obat dan makanan illegal ini yakni Kota Pontianak, Sambas, Sintang dan Sekadau. “Kami mengharapkan agar para pelajar bisa mengetahui dan bisa melindungi dirinya terhadap obat dan makanan illegal yang saat ini sudah beredar. Apalagi kita ketahui kemarin itu yang heboh soal obat terlarang yakni PCC di Kalimatan Selatan (Kalsel). “Kami tidak mau apa yang terjadi di Kalsel itu juga terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar). Mengingat Kalbar ini berbatasan juga dengan Kalsel,”. Kepala BBPOM Pontianak mengungkapkan, dalam pengawasan obat-obatan dan makanan, tentunya pemerintah tidak hanya bisa mengandalkan BPOM saja, namun harus bersama-sama dengan masyarakat. “Kami tidak bekerja sendiri, tapi kami mengajak masyarakat saling menjaga dirinya. Seperti kegiatan hari ini, paling tidak peserta yang mengikuti ini bisa mengajak teman yang lainnya untuk menghindari obat dan makanan illegal,” ungkap Kepala BBPOM Pontianak.

Kepala BBPOM Pontianak mengungkapkan pula, untuk di Kalbar saat ini yang rawan ialah beredarnya makanan illegal dari Negara tetangga Malaysia, untuk mencegah ini pihaknya sudah menguatkan setiap balai yang ada di Kabupaten/Kota untuk melakukan pengawasan melalui pemberdayaan masyarakat. “Dalam melakukan pengawasan obat dan makanan di Kalbar ini, kami memang ada jadwalnya,”. Lanjut Kepala BBPOM Pontianak, dalam melakukan pengawasan obat dan makanan di Kalbar, pihaknya masih memiliki kelemahan, pasalnya di Kabupaten Kota ini belum ada Balai POM langsung melakukan pengawasan obat dan makanan. “Mudah-mudahan Pemerintah tahun depan bisa membuat balai POM di Kabupaten Kota. Tapi untuk tahun depan, kami sudah membuat balai POM di Kabupaten Sanggau,” tutup Kepala BBPOM Pontianak. (Doc. Bidang SAI-DKIS)


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)