Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan pedoman bermuamalah (suatu bentuk aturan yang membatasi hubungan manusia satu dengan yang lain, juga hubungan manusia dengan banda-benda disekitar) melalui media sosial mendapat dukungan banyak pihak. Salah satunya dari Pemuda Muhammadiyah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kapuas Hulu, Ahmad Yani mengatakan, pihaknya mendukung Fatwa MUI tersebut. Menurut Ahmad Yani, perlu ada panduan khusus bagi umat Islam dalam beraktifitas di media sosial (medsos), terutama dalam menyikapi pemberitaan yang cenderung negatif. "Kita harus mengkonfirmasi atau cek kebenarannya. Harus hati-hati membuat status, itu pasti ada dampak, apalagi status yang negatif atau provokatif," ucapnya, Selasa 06 Juni 2017.

Ahmad Yani mengatakan, media sosial lebih baik untuk hal bermanfaat. Salah satunya untuk silaturahim, bukan untuk memutus silaturahim, seperti menyatakan ujaran kebencian. Apalagi sekarang sudah ada Undang-undang ITE. Sebab itu status, brodcast yang disampaikan jangan sampai merugikan orang. "Harus dihindari ujaran kebencian yang merugikan pribadi dan golongan tertentu, jadi kita gunakan untuk hal yang positif saja di media sosial," himbaunya.

Pemerintah dan Aparat Hukum juga perlu bertindak tegas, jangan sampai dibiarkan oknum yang mengumbar/menebar kebencian. "Kalau ada terjadi demikian (mengumbar kebencian), Kepolisian harus cepat ambil sikap, tindak pelakunya," ungkap Ahmad Yani.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu, H. M. Kusyairi, S.Ag, turut mendukung Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. "Namanya Fatwa tetap harus di ikuti. Tujuan ini untuk kondusifitas dan ketentraman," ujarnya. Menurut H. Kusyairi, Fatwa tersebut memang dibutuhkan dari keadaan sekarang ini. Agar semua pihak membangun toleransi. "Kita harus saling menghargai, dari itu adanya Fatwa tersebut. Saya rasa tujuannya untuk kenyamanan kita dalam kehidupan sosial," seruh H. Kusyairi. 

H. Kusyairi mengatakan, untuk Fatwa pihaknya ada buku khusus dari Kementerian, Fatwa-fatwa tersebut selanjutnya akan disosialisasikan ke masyarakat, khususnya yang Muslim. "Supaya masyarakat tahu dan mengikuti amanah Fatwa tersebut," ujarnya. H. Kusyairi juga meminta agar masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu harus tetap jaga kerukunan umat beragama, agar semua bisa hidup nyaman dan tentram. Sebab masyarakat Kapuas Hulu adalah keluarga besar, walaupun berbeda-beda agama. "Kita satu yakni satu rumpun, itu kearifan lokal kita, dan harus terus kita jaga. Adapun persoalan harus diselesaikan secara kekeluargaan," tutur H. Kusyairi.


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)