Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Setelah sukses diadakan Tahun 2017 lalu, festival olahraga tradisional pangkak gasing kembali diadakan tahun 2018 ini. Kegiatan tersebut diadakan di Jalan Bukit Tilung Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, Jumat 29 Juni 2018. Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir, SH membuka secara resmi kegiatan tersebut.

 

Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir, SH mengatakan, pangkak gasing merupakan olahraga tradisional yang harus dilestarikan terus-menerus oleh masyarakat. "Event tersebut merupakan salah satu motivasi kepada generasi muda untuk selalu menyukai pangkak gasing,". Apalagi pangkak gasing ini juga dipertandingkan ditingkat Kabupaten hingga Provinsi, ketika ada festival seni budaya yang digelar oleh MABM Kalbar. "Terpenting adalah merajut silaturahim kembali," kata Bupati Kapuas Hulu. 

 

Sementara itu Ketua KONI Kapuas Hulu, Hairuddin mengatakan, bahwa pihaknya tetap mendukung setiap kegiatan olahraga dan seni yang digelar oleh masyarakat. "Marilah kita tingkatkan bersama-sama kegiatan seni budaya seperti pangkak gasing yang di Kapuas Hulu,". Ketua KONI Kapuas Hulu juga mengajak seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk sama-sama melestarikan olahraga tradisional seperti pangkak gasing. "Adanya festival olahraga tradisional ini, dipastikan akan menambah lapangan kerja bagi masyarakat yang bisa membuat gasing," kata Ketua KONI Kapuas Hulu.

 

Ketua KONI Kapuas Hulu mengungkapkan, selain melestarikan olahraga tradisional, juga meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga apabila kegiatan seperti ini, terus digalakkan maka kesejahteraan masyarakat akan semakin baik. "Maka sangat perlu untuk sama-sama melestarikan setiap olahraga tradisional, yang bisa mendapatkan keuntungan terhadap masyarakat setempat," ungkap Ketua KONI Kapuas Hulu.

 

Ditambahkan Kapolres Kapuas Hulu, AKBP. Imam Riyadi mengatakan, melalui olahraga tradisional seperti ini adalah salah satu cara membentengi perkembangan teknologi, terhadap informasi yang tidak benar di media sosial. "Jadi selain kita melestarikan budaya olahraga tradisional tersebut, juga terhindar dari dampak negatif teknologi. Kita ketahui bersama bahwa, di Kapuas Hulu sudah memakan dua korban. Ini menjadi perhatian bersama, untuk bersama-sama menjaga keluarga dari negatif perkembangan teknologi tersebut," tambah Kapolres Kapuas Hulu.


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)