Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Kendati berada di paling ujung timur Provinsi Kalbar, Kabupaten Kapuas Hulu memiliki keunggulan tersendiri dari daerah lain. Buktinya, dua lembaga DPRD secara bersamaan melakukan study banding ke Bumi Uncak Kapuas, Jumat 25 Mei 2018. Lembaga DPRD yang mengunjungi Kapuas Hulu yakni DPRD Mahakam Hulu Provinsi Kaltim dan DPRD Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalbar. Kedatangan mereka disambut unsur pimpinan beserta sejumlah anggota DPRD Kapuas Hulu dan pihak sekretariat DPRD Kapuas Hulu.

Dalam kunjungannya, dua lembaga DPRD dari dua daerah tersebut masing–masing ingin belajar tentang beberapa hal, DPRD Mahakam Hulu misalnya, mereka lebih tertarik dengan tatakelola Kabupaten Kapuas Hulu sebagai daerah konservasi, sekaligus perbatasan dengan Negara tetangga Malaysia. Sementara DPRD Bengkayang ingin belajar dari Kapuas Hulu sebagai Kabupaten terbaik dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), Kapuas Hulu juga sudah menerima penghargaan dibidang HAM dari Pemerintah Pusat.

Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Rajuliansyah menyambut baik kunjungan dari DPRD Mahakam Hulu dan Kabupaten Bengkayang tersebut, pihaknya akan berupaya maksimal memberi pelayanan kepada rekan–rekan DPRD selama kunjungan berlangsung. “Kami sangat senang, karena kita kedatangan rekan–rekan DPRD daerah lain. Nanti mereka akan ketemu dengan komisi–komisi yang ada di DPRD Kapuas Hulu guna membahas berbagai hal yang diperlukan selama kunjungan ini,”. Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu menjelaskan, study banding kedua daerah masing–masing punyai tujuan, seperti dari DPRD Bengkayang akan membicarakan masalah HAM dengan komisi A, kemudian dari Mahakam Hulu tentang perbatasan dan konservasi. “Apa yang mereka tanyakan kita akan berupaya memberi penjelasan secara detil, mungkin kita akan bawa mereka ke Dinas–dinas teknis. Kalau yang dari Mahakam Hulu mereka langsung ke Badau, daerah perbatasan,” terang Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Mahakam Hulu, Tiopilus Hanye mengungkapkan, Mahakam Hulu baru lima tahun berdiri, setelah dimekarkan dari Kabupaten induk Kutai Barat. “Kami butuh belajar untuk kejar pembangunan di Kabupaten kami. Maka kami ingin lihat situasi yang ada di Kapuas Hulu ini. Karena Kabupaten kami dan Kapuas Hulu hampir sama. Sekitar 80 persen daerah konservasi, 20 persen APL. Ini jadi kesulitan kami dalam membangun, hutan itu tidak boleh di eksplorasi,”. Wakil Ketua DPRD Mahakam Hulu menyebut Kapuas Hulu juga bak serpihan surga yang jatuh ke bumi. Makanya karena kekayaan alam dan budaya di Bumi Uncak Kapuas masih terpelihara dengan baik, demikian juga Mahakam Hulu. “Kabupaten Mahakam Hulu juga masuk kawasan 3T, luas wilayah 18 ribu kilometer persegi dan hanya memiliki 5 lima Kecamatan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Mahakam Hulu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bengkayang, Yosua S menjelaskan, Kabupeten Bengkayang merupakan pemekaran dari Kabupaten Sambas. Dengan luas wilayah 5.300 kilometer persegi yang terbagi dalam 17 Kecamatan. Terkait agenda kunjungan ke Kapuas Hulu, Wakil Ketua DPRD Bengkayang menyampaikan, pihaknya ingin belajar tentang pelaksanaan HAM, karena Kapuas Hulu juga salah satu Kabupaten tertua. “Kami yakin di Kapuas Hulu sudah cukup baik terkait pelaksanaan HAM, karena sudah tua. Gubernur Kalbar pertama juga dari Kapuas Hulu,” ucap Wakil Ketua DPRD Bengkayang.


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)