Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, SH melepas penyaluran beras pada 10 Kecamatan yang menjadi korban banjir di bulan Desember 2017 lalu. Total bantuan beras yang disalurkan sebanyak 49.997 kg. "Sepuluh Kecamatan korban banjir adalah Kecamatan Kalis, Bika, Embaloh Hilir, Embaloh Hulu, Bunut Hilir, Jongkong, Selimbau, Suhaid, Semitau dan Silat Hilir. Total korban 8.928 jiwa, dengan bantuan 5,6 kg perjiwa," kata Wakil Bupati Kapuas Hulu, disela pelepasan penyaluran beras, di Halaman Setda Kapuas Hulu, Selasa 10 April 2018 pukul 08.00 Wib.

Wakil Bupati Kapuas Hulu juga berharap, dalam realisasi bantuan tidak terjadi masalah dilapangan. "Bantuan ini disalurkan via darat dan air. Semoga penyalur dapat menyerahkan bantuan dalam keadaan selamat,". Wakil Bupati Kapuas Hulu mengatakan, peristiwa banjir di sepuluh Kecamatan itu cukup lama. Seharusnya penyaluran beras tersebut dibulan Desember 2017 lalu tapi baru terealisasi bulan April 2018 ini. Hanya saja pada Desember 2017, Pemkab tengah mempersiapkan pertanggungjawaban keuangan Negara. "Maka penyaluran beras bantuan tersebut  baru bisa terealisasi bulan April 2018 ini. Dari bulog juga ada menyurati, kalau beras dibiarkan lama kualitas akan berkurang," kata Wakil Bupati Kapuas Hulu.  

Menyangkut anggaran Tahun 2018 ini, terang Wakil Bupati Kapuas Hulu, memang baru sah jika sudah tiga bulan anggaran berjalan pada tahun berkenaan. "Ini juga ada faktor lain yang dipersiapkan agar penyaluran beras ini tidak bermasalah secara administrasi kedepannya," tegas Wakil Bupati Kapuas Hulu. Memang dalam penyaluran bantuan, diakui Wakil Bupati Kapuas Hulu,  Pemkab Kapuas Hulu tidak bisa segera seperti Pemerintah di kota besar. Sebab wilayahnya luas, kemudian ada proses pelaporan dan usulan yang membuat bantuan tidak bisa segera diberikan. 

Kalau dikota-kota besar seperti DKI Jakarta mungkin bisa langsung disalurkan bantuan karena lokasi tidak berjauhan. Sementara kita ini banyak lokasi bencana dan lokasinya berjauh-jauhan. "Namun Pemkab Kapuas Hulu tetap memberikan perhatian penuh terkait apa yang terjadi di daerah," tutup Wakil Bupati Kapuas Hulu.


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)