Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Bagian Ekonomi (Ekon) Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas Hulu mengadakan sosialisasi bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra)  Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2018 di Aula Setda Kapuas Hulu, Kamis 08 Februari 2018. Pada kesempatan itu Sekda Kapuas Hulu, Ir. H.  Muhammad Sukri menyalurkan bansos rastra pertama untuk warga kurang mampu di kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putusssibau Utara. Kabag Ekonomi pada Setda Kapuas Hulu, Agus Stormandi, mengatakan Tahun ini ada beberapa hal yang berubah dalam penyaluran rastra. Rastra saat ini sudah menjadi program bansos rastra. Pada Tahun 2017 penyalurannya 15 kg per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) , namun pada Tahun 2018 menjadi 10 kg per KPM.  Instansi yang mengelola juga berubah, pada Tahun 2017 di Bagian Perekonomian dan di Tahun 2018 hingga seterusnya ditangani oleh Dinas Sosial. "Ini untuk membenahi masalah kemiskinan," papar Kabag Ekonomi pada Setda Kapuas Hulu.

Sekda Kapuas Hulu,  Ir. H. Muhammad Sukri mengatakan, bansos rastra adalah strategi pemenuhan kebutuhan dasar pangan. Tahun 2018 ada peralihan dari rastra bersubsidi menjadi bansos langsung. "Tahun ini penerima bansos rastra tidak menebus berasnya, tinggal mengambil secara gratis,". Pola bansos rastra tersebut bertujuan untuk menghindari adanya rastra dijual oleh penerima karena tidak ada dana menebus. "Dulu selain rastra juga ada bantuan non tunai, sekarang bantuan non tunai itu tidak ada lagi,". Terkait penyaluran bansos rastra akan ada tim kordinasi tingkat Kabupaten yang dibentuk. Kecamatan dan Desa akan dibentuk juga. "Polah penyalurannya Bulog mengantar sampai titik distribusi dan biayanya ditanggung Bulog. Sedangkan dari titik distribusi ke titik bagi atau langsung ke KPM,  biayanya ditanggung Pemkab Kapuas Hulu," kata Sekda Kapuas Hulu. 

Sekda Kapuas Hulu mengakui, ada sedikit kendala dalam menutup pendanaan penyaluran bansos rastra dari titik distribusi ke titik bagi atau KPM. Hal ini karena panduan umum dan petunjuk teknis bansos rastra itu baru masuk ke Pemkab Kapuas Hulu bulan Januari 2018 lalu. Sementara APBD Tahun 2018 telah diketuk di Desember 2017, dan tidak teranggarkan dana dari titik distribusi ke titik bagi tersebut. "Nanti kita coba tutup di APBD perubahan 2018,". Sekda Kapuas Hulu mengatakan, Pemkab Kapuas Hulu menetapkan penyaluran bansos rastra tiga bulan sekali. Ini sudah disampaikan ke Kementerian terkait. Sebab kalau tiap bulan di distribusikan akan besar ongkos penyalurannya. "Kami sudah sampaikan ke Kementerian masalah distribusi karena DO (Perintah Penyaluran) dari mereka. Kami minta agar jangan dikeluarkan setiap bulan, tapi per tiga bulan. Karena kalau sudah ada DO itu harus disalurkan berasnya," papar Sekda Kapuas Hulu.

Tahun ini penerima bansos rastra di Kapuas Hulu ada 12.000an lebih KPM. Sekda Kapuas Hulu berharap, penerima bansos itu adalah orang yang benar tercantum, bukan untuk bagi rata di Desa. "Ini ketentuannya, penerima harus tepat sasaran," tutup Sekda Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)